Percepat Pemulihan Global, DEWG G20 Bahas Pemanfaatan Teknologi Digital

- Rabu, 30 Maret 2022 | 12:19 WIB
 Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Ekonomi Digital atau 1st Meeting Digital Economy Working Group (DEWG) G20 Bahas Pemanfaatan Teknologi Digital. (istimewa/Kominfo)
Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Ekonomi Digital atau 1st Meeting Digital Economy Working Group (DEWG) G20 Bahas Pemanfaatan Teknologi Digital. (istimewa/Kominfo)


JAKARTA, AYOSEMARANG.COM - Pandemi Covid-19 telah mempercepat adopsi teknologi digital di semua negara, terutama negara anggota G20. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate mengingatkan arti penting keamanan digital dan kemampuan mengatasi kesenjangan digital yang mungkin terjadi.

“Meski pandemi Covid-19 telah mempercepat adopsi teknologi digital, kekhawatiran tentang keamanan digital, akses internet yang bermakna, serta pengoptimalan data internet tetap relevan. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo berupaya untuk melanjutkan diskusi tentang topik ini sebagai sarana untuk memandu pemulihan global yang lebih kuat melalui pemanfaatan teknologi digital,” jelasnya dalam Pertemuan Pertama Kelompok Kerja Ekonomi Digital atau 1st Meeting Digital Economy Working Group (DEWG) G20 yang berlangsung secara hibrida dari Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu 30 Maret 2022.

Baca Juga: Jadwal Tayang Moon Knight? Berikut Sinopsis hingga Jumlah Episode di Season 1

Menurut Menkominfo, saat ini terdapat lebih dari 75 persen pemimpin global di sektor publik dan swasta menganggap kemampuan digital organisasi secara signifikan membantu pengembangan ketahanan organisasi.

“Berdasarkan laporan Deloitte pada 2021, ini termasuk kemampuan untuk pulih lebih cepat dari guncangan mendadak seperti pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Mengutip laporan UNCTAD tahun 2021, Menteri Johnny mengajak seluruh delegasi dalam Forum DEWG G20 mempertimbangkan meningkatnya kesenjangan dalam kesiapan digital.

“Seperti kurangnya akses ke jaringan mobile broadband yang masih terjadi pada 23 persen populasi di Least Developing Countries (LDCs),” ujarnya.

Secara khusus, Menkominfo menekankan potensi kesenjangan yang relevan harus diatasi terkait dengan masalah konektivitas dan pemulihan pasca-COVID-19, keterampilan digital dan literasi digital serta Aliran Data Bebas dengan Kepercayaan (DFFT) dan Aliran Data Lintas Batas (CBDF).

“Dalam kaitannya dengan upaya pemanfaatan konektivitas digital, keterampilan digital dan literasi digital memainkan peran mendasar. Khususnya dalam mempersiapkan masyarakat untuk memanfaatkan ekosistem digital secara produktif secara inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca Juga: Konser Justin Bieber di Indonesia Ditambah Jadi 2 Hari, Ini Tanggalnya

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peringati HUT RI, GGF Beri Apresiasi Petani

Kamis, 18 Agustus 2022 | 13:25 WIB

7 Desain Uang Baru Indonesia, Tukar Sekarang!

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:03 WIB

9 Cara Menghemat Uang dengan Efektif dan Efisien

Rabu, 17 Agustus 2022 | 14:51 WIB

Isuzu Perkuat CSR Dalam Kelestarian Lingkungan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 07:40 WIB
X