Cuek Larangan FIFA, Terbongkar Alasan Polisi Tembakan Gas Air Mati di Kanjuruhan

- Senin, 3 Oktober 2022 | 09:19 WIB
Terbongkar Alasan Polisi Tembakan Gas Air Mati saat tragedi Kanjuruhan. (istimewa)
Terbongkar Alasan Polisi Tembakan Gas Air Mati saat tragedi Kanjuruhan. (istimewa)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Salah satu yang menjadi sorotan pada tragedi Kanjuruhan yakni polisi yang melepaskan tembakan gas air mata ke arah suporter.

Diketahui, tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 ini merupakan salah satu tragedi kerusuhan suporter sepak bola yang terburuk dalam catatan sejarah Indonesia.

Awal kericuhan ini disebabkan oleh kekecewaan Aremania, suporter Arema FC, karena tim kesayangannya mengalami kekalahan dari Persebaya Surabaya.

Pertandingan yang digelar pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Persebaya Surabaya.

Baca Juga: Lirik Lagu Aremania 'Tinggalkan Ras Tinggalkan Suku' Jadi Sorotan: Walau Harus Mati di Tengah Lapang

Suporter yang kecewa turun ke dalam lapangan dan menyebabkan suasana menjadi tidak kondusif.

Guna meredakan kemarahan suporter, polisi terpaksa menembakan gas air mata ke arah suporter.

Akibatnya, banyak penonton mengaku bahwa mereka mengalami sesak napas akibat gas air mata.

Melalui tembakan gas air mata tersebut, suporter yang mencoba menyelamatkan diri akhirnya menginjak-injak suporter lain demi bisa keluar lapangan dengan selamat.

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X