Kenapa Gas Air Mata Tetap Ditembakan di Stadion Kanjuruhan? Padahal Sudah Dilarang FIFA

- Senin, 3 Oktober 2022 | 11:33 WIB
Kenapa Gas Air Mata Tetap Ditembakan di Stadion Kanjuruhan? Padahal Sudah Dilarang FIFA (Twitter)
Kenapa Gas Air Mata Tetap Ditembakan di Stadion Kanjuruhan? Padahal Sudah Dilarang FIFA (Twitter)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Saat ini sedang menjadi perbincangan publik terkait tragedi mengerikan terkait dunia sepak bola yakni tragedi Kanjuruhan sampai trending topic Twitter khususnya menyangkut gas air mata.

Tragedi di Stadion kanjuruhan Malang ini, dalam pertandingan Liga 1 Persebaya Surabaya vs Arema FC, Sabtu 01 Oktober 2022.

Dalam kerusuhan yang bergejolak itu, terjadi karena berawal dari tim Arema FC kalah di kandang sendiri melawan Persebaya dengan skor 2-3.

Sehingga memicu suporter meluapkan emosinya yang tak terkendali sampai mereka terjun ke lapangan setelah pertandingan itu.

Baca Juga: Cuek Larangan FIFA, Terbongkar Alasan Polisi Tembakan Gas Air Mati di Kanjuruhan

Sampai akhirnya, polisi menembakkan gas air mata kepada para suporter Arema itu hingga memicu kepanikan dan membuat penonton berdesakan menuju pintu keluar, yang menyebabkan mereka mengalami sesak nafas, penumpukan massa, sampai terinjak-injak.

Terbaru, daftar nama korban tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 beredar di media sosial.

Update terakhir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, jumlah korban 182 jiwa. Laporan dari polres malang, sebagian besar belum berusia 17 tahun sehingga belum miliki KTP.

Bahkan, dari deretan daftar nama korban tragedi Kanjuruhan, publik menyoroti adanya seorang balita yang masih berusia 2 tahu

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X