KARTU MERAH BEM UNNES, Tolak Penghargaan Lingkungan untuk Menteri ESDM Arifin Tasrif

- Jumat, 9 Juni 2023 | 13:42 WIB
BEM Unnes memberikan kartu merah pada pemberian penghargaan lingkungan kepada Menteri ESDM.  (Istimewa)
BEM Unnes memberikan kartu merah pada pemberian penghargaan lingkungan kepada Menteri ESDM. (Istimewa)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Unnes tolak penghargaan lingkungan untuk Menteri ESDM Arifin Tasrif saat perayaan Dies Natalis ke-58 Tahun.

Seperti diketahui pemberian gelar anugerah konservasi yang akan diberikan Unnes merujuk pada tokoh yang memperjuangkan kelestarian lingkungan dan tidak menjadi pelaku dari perusakan lingkungan.

Sedangkan Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Arifin Tasrif merupakan Kementerian yang memberikan izin terhadap pembukaan konsesi pertambangan di Indonesia.

Baca Juga: Dies Natalis ke 58, Unnes Siapkan Diri Jadi Universitas Berkelas Dunia

BEM Unnes menolak pemberian penghargaan lingkungan tersebut dengan mengeluarkan kartu merah untuk Menteri ESDM Arifin Tasrif.

Aksi tersebut dilakukan setelah orasi penghargaan 'Anugerah Perusak Konservasi'.

BEM Unnes menyebut aksi tersebut didasari banyak hal.

Misalnya, pembukaan konsesi pertambangan yang hingga sekarang masih dilakukan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM membuktikan bahwa pemberian gelar anugerah konservasi kepada Arifin Tasrif adalah sebuah bentuk pengingkaran atas prinsip konservasi itu sendiri.

Baca Juga: Link Pendaftaran Ujian Mandiri Reguler UNNES 2023, Cek Syarat dan Waktunya

Setidaknya merujuk pada laporan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencatat ada 10 juta hektare (ha) konsesi lahan pertambangan di Indonesia per Juli 2022.

Dari data yang diungkap oleh Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) pada tahun 2020 setidaknya terdapat 3.092 lubang tambang yang belum direklamasi di Indonesia.

Padahal, proses reklamasi merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh perusahaan tambang dan faktanya, Pemerintah seakan tutup mata tanpa menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan tambang tersebut.

Jatam Kaltim melaporkan setidaknya sejak 2011 sudah ada 40 korban meninggal akibat tenggelam di lubang bekas galian tambang yang tidak direklamasi.

Baca Juga: Empat Jalur Unik Seleksi Mandiri Unnes 2023

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X