Anak Petani Asal Pati Berhasil Raih Beasiswa di Kampus Ternama di AS

- Jumat, 7 Januari 2022 | 12:25 WIB
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika UPGRIS Nur Widya Rini  saat berpamitan dengan Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum. (arri widiarto/ayosemarang.com)
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika UPGRIS Nur Widya Rini saat berpamitan dengan Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum. (arri widiarto/ayosemarang.com)


SEMARANG, AYOSEMARANG.COM - Nur Widya Rini, mahasiswa program Studi Pendidikan Fisika Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berhasil meraih beasiswa di salah satu universitas ternama di Amerika Serikat yakni University of Wisconsin-Eau Claire. Widya yang merupakan seorang anak petani di Pati ini akan mengikuti kuliah nongelar selama 1 semester di negeri Paman Sam.

Rencananya, Widya akan terbang ke Amerika Serikat pada 26 Januari 2021. Sebelum berangkat, Nur Widya berpamitan dengan Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum dan sejumlah pejabat di lingkup UPGRIS di ruang Rektor, Jumat 7 Januari 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Widya menceritakan bagaimana perjuangannya untuk dapat menembus beasiswa Global UGRAD. Dalam program beasiswa tersebut, tahun ini di seluruh Indonesia hanya diambil 12 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Baca Juga: Jadwal SNMPTN, UTBK-SBMPTN 2022, Seleksi Mandiri, Layanan dan Informasi Resmi Cek di Sini

''Proses seleksi ada beberapa tahap, hingga akhirnya bisa lolos. Ini juga berkat dukungan dari kampus yang mensupport penuh,'' ungkap dia.

Ia mengungkapkan, untuk meraih beasiswa bergengsi ini, diakuinya mencari informasi sendiri melalui berbagai media. Beasiswa ini juga bagian dari program pertukaran pelajar yang disponsori oleh Biro Urusan Pendidikan dan Kebudayaan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Widya mengatakan, salah satu persyaratan untuk bisa lolos beasiswa tersebut adalah kemampuan Bahasa Inggris. Dalam hal ini, ia mempelajarinya secara otodidak seperti dari youtube dan melihat film.

''Tetapi salah satu yang akan sangat diperlukan saat belajar di sana nanti adalah kemampuan berkomunikasi dan leadership,'' paparnya.

Mahasiswi berusia 22 tahun tersebut juga di dukung oleh kedua orang tuanya. ''Ibu saya guru SD, ayah saya bekerja sebagai petani di Kayen, Pati. Beliau sangat mendukung langkah saya menempuh studi di luar negeri ini,'' ungkapnya.

Baca Juga: Kronologi Tabrakan Bus BRT Semarang dan Motor Depan Unika, Korban di Bawah Kolong Bus

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PBSI UPGRIS Gelar Enam Pementasan Drama

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:04 WIB

5 Keuntungan Siswa Jika Lolos SNMPTN 2022

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:21 WIB
X