Orasi Kebangsaan di Hadapan Ribuan Mahasiswa Unisma, Gus Miftah Sampaikan Soal Kepercayaan Diri

- Jumat, 23 September 2022 | 14:08 WIB
Pengasuh Ponpes Ora Aji, Sleman, Yogjakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman dihadapan 4.527 mahasiswa baru Unisma.   (dok Unisma)
Pengasuh Ponpes Ora Aji, Sleman, Yogjakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman dihadapan 4.527 mahasiswa baru Unisma. (dok Unisma)


MALANG, AYOSEMARANG.COM - Universitas Islam Malang (Unisma) terus memotivasi para mahasiswa untuk menjadi generasi yang unggul. Salah satu upayanya adalah dengan menghadirkan pengasuh Ponpes Ora Aji, Sleman, Yogjakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman yang memberikan motivasi dan orasi kebangsaan, belum lama ini.
 
Dihadapan 4.527 mahasiswa baru Unisma, dalam orasi kebangsaan "Meneguhkan Islam Rahmatan Lil Al-Amin di Perguruan Tinggi menuju Generasi Indonesia Emas", ulama yang akrab disapa Gus Miftah ini menyampaikan perihal kepercayaan diri.

Dalam penyampaiannya, selama 350 tahun dijajah, imbas buruk yang diperoleh bangsa adalah melahirkan generasi yang kurang percaya diri. "Impact negatifnya adalah melahirkan generasi yang kurang PD, insecure, underestimate," paparnya.

Baca Juga: INIKAH Sosok Inisial B Pelatih Baru PSIS Semarang? Segera Diresmikan Akhir September 2022

Pemikiran masyarakat, ketika bertemu dengan warga negara asing kerap kali berpikir bahwa  semua warga asing merupakan orang yang cerdas. Padahal, menurut Gus Miftah, hal itu belum tentu. Sama halnya dengan manusia lain, mereka pun  memiliki kekurangan.

Ketidakpercayaan diri inilah, lanjut Gus Miftah, kemudian dimanfaatkan pihak-pihak luar yang punya kepentingan terhadap kekayaan sumber daya yang ada di Indonesia. Berbagai kepentingan mulai melancarkan aksinya untuk mengeruk apa yang dimiliki Indonesia. Tetapi, aksi ini bukan dalam bentuk militer."Tapi kita mulai dijajah dengan agresi budaya, ekonomi dan ideologi. Inilah yang berbahaya," tegasnya.

Lantas mengapa mereka yang menginginkan sumber daya di Indonesia namun tidak menjajah dengan agresi militer? Dijelaskan Gus Miftah, mereka atau orang-orang tersebut berpikir untuk melakukan hal itu. Sebab, saat ini alutsista yang dimiliki Indonesia bagus. Karena itulah, saat ini bangsa ini mencoba dijajah melalui budaya, ekonomi maupun ideologi.

"Soal berpakaian, kita berkiblat pada Arab. Tapi Arab saat ini mencabut kewajiban untuk berjilbab. Arab justru berkiblat pada Amerika, lifestyle mereka Amerika. Lucunya kenapa?, Amerika sekarang belajar budaya pada kita," jelasnya.

Untuk menumbuhkan kepercayaan diri yang kuat sehingga menjadi seorang mahasiswa yang tak insecure maupun underestimate, ditegaskan Gus Miftah, hal itu cukuplah mudah.  "Yang terpenting itu, ada niat, mau atau tidak," terangnya.

Sementara itu Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi menyampaikan, setelah melakukan orientasi, pengenalan Kehidupan kampus, mahasiswa baru kita bekali dengan keagamaan maupun memberikan motivasi. Salah satunya seperti melalui kegiatan saat ini. Hal ini tentu bukan tanpa alasan.

Baca Juga: Bagaimana Akhir dari Peristiwa Kelam G30S PKI? Simak Selengkapnya
 
Diharapkan, para mahasiswa mampu mendudukkan agama dengan benar dan ramah, sekaligus menjadikan agama sebagai salah satu sumber pengembangan akhlak yang luhur, budi pekerti yang luhur, baik secara individu maupun sosial.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengguna Gadget Sering Abai Soal Keamanan Data Pribadi

Senin, 21 November 2022 | 13:33 WIB
X