Tim Kedaireka Unika Semarang Kembangkan Identitas Kota Solo dengan Kuliner Khas

- Selasa, 27 September 2022 | 23:18 WIB
Forum Group Discussion (FGD) di Balai kelurahan Purwosari, Solo.  (Dok Unika)
Forum Group Discussion (FGD) di Balai kelurahan Purwosari, Solo. (Dok Unika)

SOLO, AYOSEMARANG.COM -Salah satu Tim Kedaireka Unika Soegijapranata saat ini sedang melaksanakan penelitian yang mengarah kepada kemajuan kota Solo. Pengadaan program penelitian ini merupakan bagian dari kegiatan Matching Fund Kedaireka tahun 2022 yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Adapun penelitian tersebut mengenai “Pengembangan Identitas Kota Solo Sebagai Kota Pariwisata Melalui Peningkatan Kualitas Kuliner”. Penelitian ini beranggotakan Dhiyan Krishna Wardhani, ST., MUE; Dr. A. Rika Pratiwi, M.Si.; Mellia Harumi, S.Si., M.Sc.; Louis Cahyo Kumolo Buntaran, S.Ds., MM; para mahasiswa prodi Desain Komunikasi Visual (DKV), Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan (RIL), dan Teknologi Pangan (TP) Unika Soegijapranata.

Menurut Dhiyan Krishna, sebagai ketua tim, pengenalan kota dapat disalurkan melalui produk kuliner dari berbagai ciri khas yang pemanfaatannya melalui sumber pangan area setempat. Selain itu, daerah pariwisata tidak pernah lepas dengan pemasaran kuliner khas kota tersebut.

Baca Juga: Kris Hatta Ngaku Pacaran dengan Aktris Berusia 14 Tahun, Ramai-Ramai Dituduh Pedofil

“Pengembangan kota itu bisa identik dengan kuliner khas setempat. Sehingga, pengembangan kuliner khas setempat bisa menjadi nilai tambah bagi pariwisata kota. Kota Solo merupakan salah satu kota yang dinobatkan sebagai kota kuliner. Banyaknya bisnis kuliner yang berkembang di sana mampu meningkatkan daya tarik pariwisata khususnya di bidang kuliner,” ucapnya, Selasa 27 September 2022.

Melalui penelitian ini Dhiyan Krishna dan rekannya, mengajak para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk Forum Group Discussion (FGD) di Balai kelurahan Purwosari, Solo. FGD ini dilakukan untuk mengetahui pendapat atau opini para pelaku UMKM terkait kualitas produk pangan, pengetahuan tentang umur simpan produk, kemasan produk, dan juga informasi yang perlu dicantumkan di dalam kemasan, kemudian produk-produk UMKM dikumpulkan guna difoto dan diuji ke laboratorium.

“FGD dilaksanakan sebagai tahap awal kegiatan untuk mengumpulkan data terkait produk UMKM dan pengetahuan para pelakunya. Setelah kegiatan ini, nantinya akan dilanjutkan ke pelatihan yang memang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM di Kota Solo,” terangnya.

Dhiyan Krishna menyampaikan, apabila para pelaku UMKM telah menyepakati bahwa produk yang akan dijual harus betul-betul berkualitas. Maka untuk mencapai kualitas produk pangan tersebut perlu dipersiapkan bahan baku yang bermutu, memiliki proses produksi yang baik, dilengkapi dengan kemasan produk yang aman dan sesuai untuk pangan, serta komposisi gizi dan umur simpan.

Baca Juga: Modal Kulit Pangsit Bisa Jadi Ide Jualan Pizza 1000an, Cocok Jadi Jajanan Street Food

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengguna Gadget Sering Abai Soal Keamanan Data Pribadi

Senin, 21 November 2022 | 13:33 WIB
X