Pengguna Gadget Sering Abai Soal Keamanan Data Pribadi

- Senin, 21 November 2022 | 13:33 WIB
Unika Soegijapranata Semarang bekerja sama dengan Asian Youth Organization (AYO) menggelar seminar internasional bertajuk ASEAN Cybersecurity Skilling Programme di ruang theater Gedung Thomas Aquinas Semarang, Senin 12 November 2022. (Dok Unika)
Unika Soegijapranata Semarang bekerja sama dengan Asian Youth Organization (AYO) menggelar seminar internasional bertajuk ASEAN Cybersecurity Skilling Programme di ruang theater Gedung Thomas Aquinas Semarang, Senin 12 November 2022. (Dok Unika)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM - Di tengah maraknya teknologi, ada satu celah yang terkadang kurang diperhatikan yakni soal keamanan data di dunia maya (cybersecurity). Keamanan data ini menjadi sangat penting untuk diketahui terutama generasi muda agar tidak terjadi masalah terkait data pribadi atau sejenisnya.

Berangkat dari hal ini, Unika Soegijapranata Semarang bekerja sama dengan Asian Youth Organization (AYO) menggelar seminar internasional bertajuk ASEAN Cybersecurity Skilling Programme di ruang theater Gedung Thomas Aquinas lantai 3, Kampus Bendan, Semarang, Senin 12 November 2022.

Seminar menghadirkan akademisi Unika Soegijapranata dan praktisi soal teknologi informasi dengan memberikan edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat umum.

Baca Juga: Seminar Internasional di Unika, Para Ahli Sumbang Pikiran untuk Pengentasan Kemiskinan Akibat Covid-19

Kepala Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata, Rosita Herawati ST MIT yang menjadi salah satu pemateri menyatakan, masyarakat, khususnya kalangan anak muda penting untuk dipahamkan literasi terkait kemanan data pada dunia maya.

Hal tersebut diperlukan agar terbangun kesadaran untuk melindungi berbagai data privasi yang mereka punya.

"Mereka ini sebetulnya dalam bahaya, hanya mungkin saat ini tidak sadar atau kurang peduli akan pentingnya cybersecurity," kata Rosita.

Ia menilai, pencurian data pribadi pada dunia maya biasanya dilakukan oleh peretas melalui email. Ironisnya, para pengguna platform di dunia maya seringkali tidak peka akan hal ini.

"Biasanya kasus yang terjadi mengenai pencurian data di dunia maya ini dilakukan lewat email. Sayangnya pengguna tidak menyadari atau sering mengabaikan notifikasi yang masuk lewat email, sehingga tidak terdeteksi lebih awal," ungkapnya.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X