Yamaha Aerox

Ide Menulis Cerpen Bisa melalui Panca Indera

  Jumat, 09 November 2018   Arie Widiarto
Daniel Owen dari American Institute for Indonesian Studies (AIFIS) menyampaikan paparan dalam Kuliah Umum “Creative Writing for Short Story and Poetry” di Gedung Henricus Constant Lantai 3 Unika Unika Soegijapranata , Jumat (9/11/2018). (ayosemarang.com/Arie Widiarto)

AYO BACA : 4.425 Pelamar CPNS Salatiga Lolos Secara Administratif

AYO BACA : Pertengah November Rob di Pantura Diprediksi Meninggi

BANYUMANIK, AYOSEMARANG.COM--Penemuan ide-ide untuk menulis cerita pendek dapat diperoleh melalui kelima indera. Misalnya  bunyi lonceng atau bunyi klakson kendaraan bermotor yang saling barsaut-sautan.

"Hal tersebut berbunyi dengan melewati beberapa proses dan proses itulah yang dapat kita jadikan inspirasi untuk membuat cerita pendek," ungkap Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Unika Soegijapranata Ekawati Marhaenny Dukut MHum dalam Kuliah Umum Creative Writing for Short Story and Poetry di Gedung Henricus Constant Lantai 3 kampus tersebut, Jumat (9/11/2018).

Dalam kegiatan yang digelar oleh Fakultas Bahasa dan Seni Unika Soegijapranata tersebut juga menghadirkan pembicara lain yakni Daniel Owen dari American Institute for Indonesian Studies (AIFIS) dan sebagai moderator Heny Hartono.
 
Lebih lanjut Ekawati juga menyampaikan dalam penulisan puisi dan cerita pendek kita dapat menggunakan apa yang disebut dengan color idioms. Onomatopoeia atau bisa disebut dengan sound words adalah sebuah imaginasi dalam menyampaikan suatu ekspresi dan dapat kita temukan dimanapun dan kapanpun di dalam keseharian kita.

“Dalam menulis puisi dan cerita pendek kita dapat menggunakan apa yang disebut dengan Onomatopoeia atau yang disebut sound words. Hal ini adalah sebuah imaginasi dalam menyampaikan sesuatu ekspresi suara yang diterjemahkan ke dalam kata-kata dan dapat kita gunakan untuk membuat sebuah puisi atau cerita pendek. Contohnya adalah out of the blue, green belt, golden opportunity, dan tickled pink,” terang Ekawati.

Sementara Daniel Owen memaparkan tentang self-discipline atau aturan-aturan yang kita buat sendiri dalam menulis sebuah puisi, serta sisi lain yang juga sangat penting untuk diperhatikan yaitu kebebasan bereksperiman.

“Ketika menulis sebuah puisi, kita harus memiliki aturan sendiri untuk diikuti namun juga dituntut untuk berani membebaskan jiwa kita dalam bereksperimen sewaktu  menulis. Sehingga menemukan ide-ide kreatif dalam menulis sebuah puisi,” tutur Daniel.

Daniel Owen juga menambahkan bahwa untuk dapat mengetahui kekayaan makna dari sebuah puisi, kita bisa juga menerjemahkan sebuah puisi dari satu bahasa ke bahasa lainnya.

“Misalnya saja menerjemahkan puisi Sapardi ke dalam bahasa Inggris seperti yang saya lakukan. Di sini kita akan menemukan kekayaan makna yang terdapat di dalam puisi itu,” jelasnya.

AYO BACA : 2019, Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru Berubah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar