Yamaha Aerox

Baznas Kota Semarang Jadi Percontohan

  Sabtu, 19 Januari 2019   Afri Rismoko
Ketua Baznas Kota Semarang, Arnas Agung Andrarasmara berbagi pengalaman atas kunjungan Baznas Kabupaten Jepara di Ruko Baznas Semarang, Jl Abdurrahman Saleh, beberapa waktu lalu. ( Afri Rismoko/ Ayosemarang.com)
SEMARANG BARAT, AYOSEMARANG.COM--Pada tahun ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Semarang  akan membuat program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. Hal itu dilakukan untuk mewadahi meningkatnya pemasukan Zakat, Infak dan Shadaqah (ZIS). 
 
Ketua BAZNAS Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan pada tahun 2017-2018 pemasukan dari ZIS sebanyak Rp3 miliar meningkat menjadi Rp6 miliiar. 
 
Arnas menerangkan, dari 1300 masjid di Kota Semarang, yang sudah mendapatkan SK menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas ada 300 masjid. Nantinya akan ada 5 pilot projek bagi UPZ masjid Baznas.
 
"Antusias masyarakat terhadap Baznas Kota Semarang cukup tinggi. Semua itu karena dilakukan secara professional dan transparan sehingga masyarakat puas dan mempercayakan kewajiban membayar ZIS yang dititipkan kepada Baznas Kota Semarang," ujarnya, Sabtu (19/1/2019).
 
Pihaknya menargetkan penerimaan ZIS bisa mencapai Rp10 miliar. Di 2019 BAZNAS akan lebih banyak membentuk Unit Pengumpul Zakat. Sehingga dapat meningkatkan penerimaan zakat, infak dan shadaqah sekaligus melakukan sosialisasi.
 
"Kunjungan Baznas Kabupaten Jepara Minggu ini merupakan penghargaan bagi kami. Karena dalam jangka waktu setahun ini sudah ada tiga Baznas dari luar Kota yang berkunjung di kantor kami. Sehingga Baznas Kota Semarang menjadi contoh bagi Baznas lainnya," katanya.
 
Menurutnya, yang terpenting adalah program bisa berjalan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Beberapa program yang berjalan misalnya Semarang Cerdas berupa beasiswa produktif mahasiswa, beasiswa peduli yatim dan dhuafa dan bantuan pendidikan. Kemudian Semarang Sehat meliputi khitan massal, Gerakan Jambanisasi, Pengobatan gratis dan layanan ambulan dan bantuan bagi kaum difabel.
 
"Ada juga Semarang Peduli meliputi, rehab rumah tidak layak huni (RTLH), tanggap bencana, bantuan untuk Ibnu Sabil. Terakhir ada Semarang Takwa yang meliputi, tebar quran, bantuan pengembangan masjid dan mushala, peduli guru ngaji, TPQ, madin dan marbot dan pengembangan lembaga sosial keislaman," tuturnya.
 
Sementara itu, Manager Baznas Kota Semarang, Muhammad Asyhar menambahkan, jika mengaca pada fungsi masjid, maka masjid menjadi salah satu peradaban untuk membangun ekonomi umat. Sehingga masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah, namun juga untuk menumbuhkan produktivitas masyarakat. 
 
Salah satu yang dilakukan yaitu dengan memberikaan stimulus pada masjid. Misalnya dengan memberikan pemberdayaan dan pelatihan.
 
"Sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) meningkat. Sehingga masjid dapat menyampaikan pelaporan Baznas Kota Semarang," tandasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar