Yamaha Aerox

Kenalkan Transportasi Umum Sejak Dini

  Kamis, 14 Maret 2019   Afri Rismoko
Siswa dari Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Taman Belia Candi Semarang naik bus wisata Si Kenang, Kamis (13/1/2019). (Afri Rismoko/Ayosemarang.com)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM—Wajah Faeyza Putra Aryatama tampak semringah ketika melihat Si-Kenang, yakni bus double decker berwarna merah. Siswa dari Pendidikan Anak Usia Dini Taman Belia Candi Semarang ini mengaku bahwa menaiki Si-Kenang adalah pengalamannya.

"Busnya besar ya, tingkat. Pasti bisa melihat pemandangan dari dalam sana," ujarnya.

Faeyza tidak sendirian, ia bersama 52 siswa lainnya diajak untuk menikmati bus wisata yang dimiliki Pemkot Semarang itu atas inisiasi dari Dinas Perhubungan Kota Semarang dan BLU Trans Semarang. Tujuannya untuk mengenalkan transportasi umum kepada anak-anak usia dini, Kamis (14/3/2019).

Dengan rapi, para anak-anak ini kemudian dipersilakan naik Si-Kenang.

Berangkat dari Halaman Museum Ranggawarsito Semarang, bus ini mengajak anak-anak melintasi beberapa tempat wisata di Semarang, seperti Kota Lama, Lawang Sewu, Simpang Lima, Kampung Pelangi, dan Klenteng Sam Poo Kong.

"Anak-anak memang sengaja dikenalkan untuk naik angkutan umum. Sekarang Semarang punya transportasi yang nyaman, murah dan aman yakni Trans Trans Semarang dan tempat wisata di Semarang," kata kepala PAUD Taman Belia Candi Semarang Bunda Citra.

Saat ini genarasi muda bisa dibilang kurang meminati transportasi umum. Kebanyakan dari mereka lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi ataupun motor untuk berangkat sekolah sehingga kerap membuat kemacetan. 

"Pengenalan pada transportasi umum ini dilakukan agar mereka ke depan mau menggunakan transportasi umum," tambahnya.

Sementara itu, kepala BLU Trans Semarang Ade Bhakti Ariawan mengatakan, saat ini minat masyarakat untuk menggunakan Trans Semarang cukup tinggi, termasuk pelajar yang jumlahnya mengalami kenaikan setiap tahunnya. 

"Kurun waktu dua tahun terakhir, jumlah pelajar yang menggunakan Trans Semarang mengalami kenaikan yang cukup signifikan," katanya.

Dari data yang ada, pada 2017 jumlahnya mencapai 2.583.880 pelajar. Sementara itu, pada 2018 jumlahnya naik menjadi 3.144.032 pelajar, dan data pada Januari dan Februari tahun 2019 masing-masing berjumlah 310.321 dan 284.773 orang pelajar. 

"Bagi pelajar, dikenakan tarif khusus yakni Rp1.000. Sementara untuk masyarakat unum Rp3.500, harapan kami moda transportasi bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelajar," tandasnya

Sampai akhir Maret ini, lanjut Ade, juga ada tarif khusus bagi pengguna Trans Semarang jika melakukan pembayaran nontunai menggunakan Go-Pay, yakni potongan tarif sebesar 50 persen.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar