Yamaha NMax

Kepercayaan Diri Menjadi Kunci Menulis Buku

  Selasa, 11 Juni 2019   Arie Widiarto
Direktur penerbit Graha Ilmu Jozep Edyanto saat menyampaikan paparan dalam seminar bertajuk ‘Motivasi Menulis’ di ruang Teater Gedung Thomas Aquinas Unika, Selasa (11/6/2019). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

GAJAHMUNGKUR, AYOSEMARANG.COM—Kurangnya minat menulis buku sangat dipengaruhi salah satunya oleh faktor kurangnya kepercayaan diri pada individu yang ingin menulis buku, di samping faktor lain yaitu belum adanya kesadaran untuk berbagi sumber ilmu pengetahuan melalui buku teks.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Penerbit Graha Ilmu, Jozep Edyanto dalam seminar bertajuk “Motivasi Menulis”, di ruang Teater Gedung Thomas Aquinas Unika, Selasa (11/6/2019). Hadir sebagai pembicara lain dosen dan penulis buku dari Unika Soegijapranata F Ridwan Sanjaya.

“Yang perlu dimotivasi adalah mental atau kesadaran bahwa karya yang dihasilkan layak untuk diterbitkan dalam sebuah buku. Jadi, bukan hanya mau dan mampu saja tetapi juga perlu percaya diri bahwa tulisannya itu layak diterbitkan dan berguna bagi orang lain. Selain itu, jangan terlalu berpikir ekonomi atau ke arah royalti, karena karya yang dihasilkan akan terindeks dan disitasi oleh banyak penulis atau peneliti lain,” tuturnya dalam seminar yang diselenggarakan oleh Program Studi Sistem Informasi, Game Technology, dan E-Commerce di Fakultas Ilmu Komputer Unika Soegijapranata bekerja sama dengan Graha Ilmu tersebut.

''Menulis itu tidak sulit, kadang memang pada buku yang pertama belum sempurna, tetapi nanti di buku kedua dan ketiga akan didetailkan lagi sehingga menjadi lebih baik. Efek lain dari buku adalah menjadi media terjadinya transfer knowledge. Untuk itu, tidak harus fokus pada royalti tetapi hendaknya juga dipertimbangkan pada sisi indeks dan sitasinya oleh penulis atau peneliti lain, yang nanti akan membawa dampak pada kelembagaan atau institusi,” sambung Jozep.

Dalam seminar tersebut, Jozep mengutarakan keinginannya untuk menghibahkan perpustakaan digital dengan 4.500 buku di dalamnya kepada Unika Soegijapranata. Ia pun berharap keberadaan perpustakaan digital tersebut semakin menumbuhkan minat baca dan menulis buku pada civitas academica Unika.

Adapun Ridwan Sanjaya dalam materinya menyoroti kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam menulis buku.

“Unika dalam periode empat tahun sekarang ini menekankan bahwa talenta yang dimiliki dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita. Untuk itu, salah satu usahanya adalah mengembangkan platform untuk menuliskan ide menjadi sebuah buku. Platform tersebut sudah disiapkan oleh UPT Penerbitan Unika dalam bentuk situs http://ebook.unika.ac.id/.  Harapannya dengan platform tersebut setiap dosen dan mahasiswa bisa berkolaborasi menulis bersama,” jelas Prof Ridwan.

“Adapun menulis bersama tersebut bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, diantaranya bisa dosen sebagai reviewer, bisa juga dosen sebagai editor, ataupun bisa juga dosen sebagai co-author,” lanjutnya.

Ridwan menambahkan, dengan tersedianya platform yang ada dan jaringan ke penerbit buku nasional maupun internasional, diharapkan pembuatan buku menjadi lebih mudah. Penerbitan akan menjembatani sampai dengan diterbitkannya buku oleh penerbit, baik penerbit nasional maupun penerbit yang skalanya internasional dalam bentuk tercetak maupun e-book di Google Play Books.

Ridwan yang telah menulis 110 buku ini juga mengemukakan cara memantik para mahasiswa untuk bisa terlibat dalam penulisan buku, karena biasanya yang menjadi kesulitan adalah bagaimana memantik ide mahasiswa supaya bisa berkolaborasi menulis bersama dosen yang memiliki minat yang sama serta proses dalam kolaborasi penulisan buku.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar