Yamaha Aerox

Festival Kampung Digelar di 3 Desa di Temanggung

  Minggu, 16 Juni 2019   Fira Nursyabani
Sejumlah pemuda menari topeng ireng pada Festival Kampung di Desa Jagran, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, Sabtu (15/6/2019) malam. (ANTARA News/Heru Suyitno)

TEMANGGUNG, AYOSEMARANG.COM -- Direktorat Kesenian, Ditjen Kebudayaan, Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menyelenggarakan Festival Kampung dengan mementaskan kesenian daerah di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Direktur Kesenian Ditjen Kebudayaan, Restu Gunawan, di Temanggung, Sabtu (15/6/2019) malam, mengatakan selain di Temanggung program serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di Kabupaten Temanggung, Festival Kampung digelar di tiga desa, yakni Jragan, Logede, dan Tlogo. Sejumlah kesenian yang ditampilkan, yakni topeng ireng, kuda lumping, jatilan, hadroh, wulan gatho, kubro siswo, dan tari soreng.

Restu mengatakan pihaknya berusaha untuk masuk ke desa-desa atau kampung-kampung untuk mendorong munculnya aktivitas kesenian berbasis kesenian tradisional yang menggali kearifan lokal yang ada di daerah masing-masing.

Ia menuturkan sesuai resolusi hasil kongres kebudayaan ada salah satu poin yang sangat penting, yaitu bagaimana membuka ruang publik untuk berkebudayaan. Contohnya di Temanggung ini tempat olahraga juga dijadikan tempat pertunjukan kesenian.

"Selama ini kalau kami menerima tamu dari DPRD, pemerintah daerah inginnya membuat gedung, tetapi merawat tidak bisa dan mengisi kegiatan juga tidak bisa, maka kami mendorong munculnya gedung-gedung lama seperti balai desa, tempat olahraga dan lainnya dijadikan tempat pertunjukan," katanya.

Koordinator Program Festival Kampung Very Adrian mengatakan gelaran seni budaya di lereng Gunung Sumbing Kabupaten Temanggung rupanya menyimpan keunikan tersendiri mengenai potensi seni dan budaya.

"Daerah di lereng Gunung Sumbing ini terdapat beberapa desa seperti Jragan, Logede, dan Tlogo. Ketiganya adalah mutiara yang menyimpan eksotika tersendiri soal geliat dan spirit kebudayaan berbasis tradisi," katanya.

Ia mengatakan, selain ingin menunjukkan kepada khalayak soal potensi seni di masing-masing daerah, kegiatan ini juga sebagai medium silaturahmi melalui pertunjukan berbasis tradisi.

Bupati Temanggung M. Al Khadziq mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memajukan Kabupaten Temanggung.

"Selaku pemerintah Kabupaten Temanggung kami tentu senang banyak event budaya di masyarakat yang semuanya pasti akan menarik minat penonton dari luar Kabupaten Temanggung," katanya.

Ia menyampaikan saat ini di Temanggung juga berlangsung Festival Sindoro Sumbing dan ini ada Festival Kampung, kegiatan ini berbeda, masing-masing mempunyai karakter sendiri-sendiri.

"Saya berharap keduanya maju semua sehingga Temanggung punya banyak event, semakin banyak event semakin bagus, event yang satu dengan yang lain bersaing juga semakin bagus, karena dengan ada saingan pasti ada upaya untuk maju," katanya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar