Yamaha Aerox

Ini Tanggapan Polri soal Kivlan Zen Merasa Difitnah oleh Saksi

  Rabu, 19 Juni 2019   M Naufal Hafiz
Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (kiri) dikawal polisi usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/5/2019). Polisi menahan Kivlan Zen di tahanan Rutan POM DAM Jaya Guntur, Jakarta Selatan karena disangka memiliki dan menguasai senjata api yang terkait dengan enam orang tersangka yang berniat membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei. (ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM—Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menanggapi Kivlan Zen yang merasa difitnah setelah menjalani konfrontasi di Mapolda Metro Jaya sebagai haks konstitusional.

"Itu merupakan hak konstitusional dari yang bersangkutan dalam pemeriksaan. Silakan saja," ujar Brigjen Dedi di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Kivlan mengaku dirinya difitnah oleh para saksi yang menyebut Kivlan memberikan uang sebesar 15.000 dolar Singapura kepada Iwan untuk membeli senjata api ilegal. Kivlan menegaskan bahwa dirinya difitnah dalam kasus itu.

Sebelumnya, polisi menyampaikan bahwa Habil Marati memberikan uang 15 ribu dolar Singapura kepada Kivlan Zen dan Iwan. Uang tersebut merupakan dana operasional untuk mencari eksekutor dengan target empat tokoh nasional.

Di sisi lain, Dedi menjamin pihak kepolisian tetap profesional selama proses penyidikan dengan berpegang teguh pada Pasal 184 KUHP yang mengatur tentang alat bukti.

AYO BACA : Kapolri Tito Tegaskan Tak Pernah Nyatakan Kivlan Zen Dalang Kerusuhan

Dalam proses penyidikan, Dedi menyebutkan pihak penyidik tidak hanya menggali keterangan dari tersangka Kivlan Zen dan Habil Marati.

"Polri juga menggali alat bukti-bukti yang lain. Baik berupa keterangan saksi, kemudian keterangan saksi ahli, kemudian bukti petunjuk dan surat," ujar Dedi.

Kivlan diperiksa pada Selasa (18/6/2019) pukul 16.55 WIB dan baru selesai pada Rabu (19/6/2019) pukul 00.15 WIB.

Penyidik mengonfrontasi Kivlan bersama tersangka dugaan perencanaan pembunuhan tokoh nasional, Habil Marati, dan saksi lainnya yakni Iwan, Aziz, dan Fifi.

Mereka dikonfrontasi terkait aliran dana dalam kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

AYO BACA : Menhan Minta Polri Tegakkan Hukum Terkait Kasus Kivlan Zein

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar