Yamaha Aerox

Terlibat Kasus, Wasit PSSI Dituntut 1,5 Tahun Penjara

  Senin, 24 Juni 2019   Adi Ginanjar Maulana
Wasit pertandingan sepak bola Liga 3 PSSI Nurul Safarid dituntut hukuman satu tahun dan enam bulan penjara (18 bulan) dalam sidang lanjutan kasus mafia bola di Pengadilan Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin.

BANJARNEGARA, AYOSEMARANG.COM-- Wasit pertandingan sepak bola Liga 3 PSSI Nurul Safarid dituntut hukuman satu tahun dan enam bulan penjara (18 bulan) dalam sidang lanjutan kasus mafia bola di Pengadilan Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin.

Dalam sidang yang digelar di Ruang Kartika dengan Hakim Ketua Rudito Surotomo, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketuai Taupik Hidayat menuntut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banjarnegara memutuskan dan menyatakan terdakwa Nurul Safarid bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kewenangannya.

Perbuatan tersebut, kata dia, bertentangan dengan Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Penyuapan juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.

"Menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banjarnegara yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menghukum terdakwa Nurul Safarid dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan dikurangi masa penangkapan dan dan tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," tuturnya.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan tersebut, Ketua Majelis Hakim Rudito Surotomo meminta penasihat hukum terdakwa untuk menyiapkan pembelaan yang akan dibacakan pada hari Senin (1/7)

"Sidang dilanjutkan hari Senin (1/7) dengan agenda pembacaan pembelaan terdakwa," ujarnya.

Saat ditemui usai sidang, Ketua Tim JPU Taupik Hidayat mengatakan terdakwa Nurul Safarid dituntut pidana penjara selama satu tahun enam bulan karena melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Penyuapan juncto Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP karena bertindak sebagai penerima suap.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar