Yamaha Aerox

Kapolri Larang Unjuk Rasa di MK, Ini Alasannya

  Selasa, 25 Juni 2019   Adi Ginanjar Maulana
Petugas kepolisian berada di depan Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (24/6/2019).(Antara)

Jajaran Polda Metro Jaya dan intelijen untuk tidak memberikan izin unjuk rasa di depan MK

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM--Mabes Polri melarang ada unjuk rasa di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, selama sidang putusan sengketa Pemilihan Umum Presiden 2019.

Larangan tersebut disampaikan Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Tito Karnavian, Selasa (25/6/2019). Aksi unjuk rasa serupa terjadi pada tanggal 21 s.d. 22 Mei berakhir dengan kericuhan di depan Kantor Badan Pengawas pemilu RI, Jakarta. Kejadian ini mengganggu ketertiban umum.

"Saya tidak ingin itu terulang kembali, kebaikan yang kami lakukan, diskresi saya tidak ingin lagi disalahgunakan. Untuk itu, saya larang semua unjuk rasa yang melanggar ketertiban publik," ujar Tito.

Tito mengatakan bahwa pihaknya sudah mendengar ada imbauan dari Pasangan Calon Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar massa pendukung tidak perlu hadir di MK.

AYO BACA : BPN Tidak Instruksikan Mobilisasi Massa Jelang Putusan MK, Ini Alasannya

Selain itu, Tito sudah menegaskan kepada jajaran Polda Metro Jaya dan intelijen untuk tidak memberikan izin unjuk rasa di depan MK, berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

"Di dalam Pasal 6 itu, ada lima yang tidak boleh, di antaranya tidak boleh mengganggu ketertiban umum, publik, dan tidak boleh menganggu hak asasi orang lain, serta harus menjaga kesatuan bangsa," ujar Tito.

Ia menekankan kepada jajaran kepolisian agar tetap waspada terhadap aksi unjuk rasa yang mengganggu ketertiban publik, serta berkoordinasi dengan pihak TNI menyiapkan kurang lebih 45.000 pasukan pengamanan di sekitar MK dan melakukan penutupan jalan untuk menghindari intervensi pihak luar.

"Kalau tetap melaksanakan unjuk rasa, sepanjang mengganggu kepentingan publik, kami akan bubarkan," ujar Tito.

AYO BACA : Saksi di Sidang MK Sebut Jokowi dan Ganjar Pranowo Hadiri Pelatihan Saksi TKN

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar