Belajar Menari dan Gamelan di Kampung Seni, Pedurungan

  Senin, 22 Juli 2019   Vedyana Ardyansah
Kampung seni, salah satu kampung tematik di Kota Semarang. (Vedyana Ardyansah/ ayosemarang.com)

PEDURUNGAN.AYOSEMARANG.COM -- Selain menyajikan lukisan mural sebagai spot foto, Kampung Seni, yang merupakan salah satu kampung tematik di Kota Semarang, juga memiliki berbagai kegiatan seni seperti belajar menari dan gamelan.

Saat ayosemarang.com mengunjungi Kampung Seni, sejumlah mural bergambar dan warna-warni seperti menyambut anda dengan hangat. Mulai dari mural gambar burung, pemandangan alam, air terjun, gambar wayang Punakawan, candi borobudur, dan lukisan 3D.

Selain itu, sejumlah asesoris tambahan seperti pot-pot yang ditata sedemikian rupa, tiang lampu yang berkonsep klasik, dan patung-patung yang dikreasikan warga kampung seni sendiri, seakan menegaskan, kampung yang terletak di wilayah Kalicari, kelurahan Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, adalah Kampung bernuansa seni.

Di kampung seni, terdapat pondokan yang menjadi pusat kegiatan warga. Mulai dari kegiatan kampung, kegiatan seni pun juga dilakukan di pondokan yang diberi nama, 'Pondok Seni'. Pondok tersebut berada di tengah gang kampung seni.

AYO BACA : Kampung Malon, Kampung Batik Warna Alam Asli Semarang

Tak hanya memiliki estetika seni saja. Kebersihan di kampung tersebut juga sangat  terjaga. Setiap sudut rumah dan gang tak terlihat sampah berserakan. 
\nNampaknya menjaga kebersihan kampung sudah menjadi kesadaran tersendiri setiap warganya.

Humas Kampung Seni, Slamet Mulyadi mengatakan, warga di kampung tersebut memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga dan mengelola kampungnya.  Komitmen tersebut dibuktikan dengan tindakan, salah satunya menjaga kebersihan kampung.

Terkait mural, Slamet menerangkan, seluruh gambar dan kerajinan yang menghiasi kampung seni sejauh 150 m tersebut adalah kreasi warga kampung seni sendiri. Warga pun secara mandiri menciptakan beragam gambar yang menarik tersebut.

\"Sebelumnya swadaya. Selain itu, segala konsep, gambar-gambar, patung, dan penataannya juga dilakukan masyarakat sendiri. Bukan malah kita membayar tukang untuk melukis ini itunya (gambar mural). Jadi ini benar-benar otentik dari warga semua\", ujar Slamet di kediamannya, Senin (22/7/2019).

AYO BACA : Kampung Tematik Dinilai Kurang Tepat dalam Pemberian Nama

Slamet bercerita, sebelum dinobatkan menjadi kampung seni, dahulunya kawasan tersebut memiliki banyak kegiatan seni di Pondok Seni, Kampung Kalicari. Dimana Pondok Seni pernah mencatatkan sejarah memenangi kejuaraan di tingkat kota, provinsi, dan nasional.

Dan kemudian, berkat keseriusan semua pihak, Kampung Seni pun menjadi identitas kampung tersebut. Dan hingga saat ini, Kampung Seni sering dikunjungi masyarakat dari Semarang bahkan dari luar Semarang.

\"Tentunya kami bangga punya Kampung Seni ini. Di sini sering didatangi tamu. Mulai dari pelajar, PKK kecamatan lain, dan yang terakhir ini, ada Komunitas Mobil dari Sukoharjo\", imbuhnya.

Lebih lanjut, Slamet menerangkan, berbagai kegiatan seni seperti seni menari, gamelan, karawitan dan lain lain menjadi kegiatan yang ada di Kampung tersebut. Bagi pengunjung yang datang ke kampung seni pun dipersilahkan mengenal dan mempelajari seni di Kampung Seni.

\"Jadi silakan kalau ada yang mau belajar menari, gamelan, atau membuat topeng, bisa kami pandu. Semua kegiatan dipusatkan di joglo Kampung Seni. Letaknya di tengah-tengah Kampung Seni ini\", terangnya.

AYO BACA : Kampung Anti-Money Politics Dideklarasikan Bawaslu Semarang

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar