Terima Suap, Hakim Lasito Dituntut 5 Tahun Penjara

  Selasa, 13 Agustus 2019   Vedyana Ardyansah
Sidang lanjutan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang nonaktif Lasito di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa (13/8).(vedyana/Ayosemarang.com)

NGALIYAN, AYOSEMARANG.COM -- Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/8/2019), Hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang nonaktif Lasito dituntut 5 tahun penjara atas kasus dugaan menerima suap dari Bupati Jepara nonaktif Ahmad Marzuki sebesar Rp 500 juta dan 16 ribu dolar AS.

Jaksa KPK Gina Saraswati menilai, terdakwa Lasito terbukti menerima suap dari Bupati Jepara nonaktif Ahmad Marzuki dalam kasus pengkabulan permohonan praperadilan Ahmad Marzuki.

AYO BACA : Penganggaran Pengawasan Pilkada Diharapkan Libatkan Bawaslu

Terdakwa pun dijerat Pasal 12 huruf c UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menuntut terdakwa membayar pidana denda sebesar Rp 700juta yang jika tidak dibayarkan maka diganti hukuman penjara selama 6 bulan, ujar Gina dalam bacaan tuntutannya.

AYO BACA : Jaksa Tuntut Hak Politik Ahmad Marzuqi Dicabut 5 Tahun

Adapun hal yang dianggap memberatkan hukuman  adalah perbuatan terdakwa berpengaruh mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum dan lembaga peradilan.

Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa kooperatif dan mengakui kesalahan. Terdakwa juga sudah mengembalikan sebagian hasil perbuatannya sebanyak Rp 350 juta. Uang tersebut kemudian disita oleh Negara, tukasnya.

Untuk diketahui bahwa, Hakim Lasito diduga menerima uang suap dari Bupati Jepara nonaktif Ahmad Marzuki yang diberikan melalui Ahmad Hadi Prayitno. Uang kemudian diberikan ke Hakim Lasito di rumahnya, Laweyan, Kota Surakarta pada 12 November 2017.

AYO BACA : Soal Pemindahan Bawahan, Bambang Haryo Kritik Menteri ESDM

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar