Atasi Sampah di Kota Tegal, ITB Kenalkan Pengolahan Sampah Masaro

  Selasa, 13 Agustus 2019   Adib Auliawan Herlambang
Audiensi dari Asosiasi Industri Olefin, Plastik dan Aromatik Indonesia (Inaplas), Perwakilan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi) bersama Wakil Wali Kota Tegal M Jumadi, Selasa (13/8/2019). (Lilisnawati/Ayotegal.com))

TEGAL TIMUR, AYOSEMARANG.COM -- Mengatasi persoalan sampah di Kota Tegal, Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan sistem pengolahan sampah dengan Manajemen Sampah Zero (Masaro).

Hal itu terungkap saat audiensi dari Asosiasi Industri Olefin, Plastik dan Aromatik Indonesia (Inaplas), Perwakilan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi) bersama Wakil Wali Kota Tegal M. Jumadi, Selasa (13/8/2019).

Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB A Zainal Abidin mengatakan Masaro merupakan konsep pengelolaan dan pengolahan sampah yang bisa menjadi solusi dalam menanggulangi sampah.

AYO BACA : PHB Latih Pelaku IKM Pasarkan Produk via Online

Zainal menyampikan, dengan Masaro nantinya pengolahan sampah tidak perlu lagi TPS/TPA. Skema industri pengolahan sampah Masaro sendiri diawali dengan pemilahan sampah oleh masyarakat menjadi beberapa jenis, yakni pertama sampah yang membusuk.

Kedua adalah sampah plastik film. Ketiga, sampah daur ulang (plastik kemasan, keras, logam dan kaca) dan terakhir untuk sampah bakar.

Menurutnya, Masaro mampu untuk mengolah seluruh sampah dan menjadikannya produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomis yang tinggi.

AYO BACA : Terima 7 Prajurit Baru, Ini Tradisi di Yonif 407/Padmakusuma

Sampah plastik bisa digunakan untuk pengaspalan, BBM, dan sampah membusuk dapat digunakan untuk pertanian. Satu kilo sampah membusuk bisa jadi pupuk organik 10 liter untuk 1 hektar sawah, bisa juga untuk pakan ternak (konsentrat), ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tegal M. Jumadi mengatakan untuk mensukseskan itu semua (bebas sampah) perlu mengedukasi masyarakat agar memisahkan sampah organin dan non organik.

Selain itu, perlu menyiapkan tempat sampah di setiap rumah.  Masyarakat juga harus tahu Gerakan Tegal Bersih.

Kita perlu mengedukasi mereka (Masyarakat) agar memilah sampah antara organik dan non organik, ucapnya. (Lilisnawati)

AYO BACA : Kekeringan Melanda 18 Desa di Banjarnegara

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar