Teliti Kehidupan Permukiman Kumuh, Agung Raih Gelar Doktor

  Selasa, 10 September 2019   Vedyana Ardyansah
Dosen Prodi Planologi (S1) Fakultas Teknik Unissula, Mohammad Agung Ridlo berhasil meraih gelar doktor dari program Doktor Ilmu Arsitektur dan Perkotaan. (Ist)

SEMARANG UTARA, AYOSEMARANG.COM-- Dosen Prodi Planologi (S1) Fakultas Teknik Unissula, Mohammad Agung Ridlo meraih gelar doktor dari program Doktor Ilmu Arsitektur dan Perkotaan. Ia meneliti kehidupan orang-orang miskin di Koridor Rel Kereta Api, Koridor Kali Semarang dan Resettlement Mangunhardjo sebagai disertasinya.

Permukiman kumuh di Kota Semarang bisa dikategorikan Slum settlement (permukiman kumuh) dan squatter settlement (permukiman liar). Merebaknya permukiman kumuh ini berkait erat dengan pesatnya laju pertumbuhan dan pergeseran penduduk di Kota Semarang, ujar Agung dalam keterangan yang diterima ayosemarang.com, Selasa (10/9/2019).

AYO BACA : Usia Belum Genap 15 Tahun, Aga Sudah Masuk Universitas

Selanjutnya persoalan permukiman liar oleh para penghuni liar itu telah menduduki  lahan-lahan kosong secara liar. Ia menyebut antara lain, lahan jalur hijau, lahan di koridor jalur rel kereta api, lahan di koridor Kali Semarang maupun sungai yang lain, lahan kuburan (makam) dan lahan sekitar TPA sampah dan lain sebagainya. 

Khusus mengenai permukiman liar ini menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Semarang, tentunya dalam merealisir masterplan atau rencana tata ruangnya, imbuhnya.

AYO BACA : Software DV-Xα Bisa Tekan Pemborosan Energi

Dari hasil riset yang dilakukannya ditemukan pemahaman dan penjelasan yang dapat memperkaya teori mengenai orang-orang miskin, permukiman kumuh di ruang kota. Permukiman kumuh sebagai tempat tinggal orang orang miskin merupakan wadah yang tidak sekadar sebagai tempat berteduh dan melepas lelah, tetapi sebagai wadah yang diyakini dapat mendukung kelangsungan hidupnya.

Karena di dalam mereka orang-orang miskin dapat menjadikannya sebagi tempat menciptakan lapangan kerja dan menjalankan roda kegiatan ekonomi. Hanya kemudahan akses layanan sarana dan prasarana permukiman dari pemerintahlah yang tidak didapatkannya, katanya.

Ia pun berhasil mempertahankan desertasinya dalam ujian tertutup pada (22/8/2019) di hadapan para penguji antara lain Dr Ir Slamet Riyadi Bisri MBA, Dr Ing Asnawi Manaf ST, Prof Dr Ir Nany Yuliastuti MSP, Dr Ir Atiek Suprapti MT, Prof Nurdien H Kistanto MA, dan Prof Dr Sugiono Soetomo DEA.

Untuk diketahui, Doktor Agung Ridlo aktif di berbagai perencanaan wilayah dan kota. Publikasinya juga kerap muncul di berbagai media massa, sering melakukan penelitian dengan dana hibah dari Kemenristekdikti serta sudah menerbitkan 3 buku yang berkaitan dengan perencanaan wilayah dan kota antara lain Kemiskinan di Perkotaan (2001), Perumahan dan Permukiman di Perkotaan (2011), Mengupas Problema Kota Semarang Metropolitan (2016).

AYO BACA : Teliti Perairan Pesisir, Nuswantoro Raih Doktor

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar