Si Manis Terang Bulan di Kota Semarang

  Selasa, 10 September 2019   Adib Auliawan Herlambang
Muhammad Nur, salah satu penjual terang bulan (Kadek Delia/Magang Ayosemarang)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Jika membicarakan kuliner Semarang, tentu tidak akan ada habisnya. Aneka jajanan masa kecil juga masih banyak yang eksis hingga sekarang. Kali ini, Ayosemarang.com mau menginfokan salah satu jajanan bernama terang bulan. Di Semarang, terang bulan berbeda dengan martabak manis pada umumnya. Penyebutan terang bulan di Ibu Kota Jawa Tengah ini adalah kue yang lebih mirip lapisan pancake disajikan dengan ukuran lebih besar.

Penjual terang bulan biasa dijumpai di pinggir jalan, di kawasa dekat sekolah-sekolah, kampus atau daerah pasar. Seperti Muhammad Nur, salah satu penjual terang bulan yang memilih berjualan di depan SD Pedalangan, Tembalang. Tidak lain, target yang dituju biasanya adalah anak sekolahan dari SD sampai mahasiswa Undip dan sekitarnya.

“Ya, biasanya jual disini dari pagi sampai sore. Selain disini juga di Banget Ayu dan Pasar Peterongan. Kalau di Banget Ayu, jualnya juga depan sekolah,” jelas Nur sembari menyelesaikan satu porsi pesanan terang bulan.

AYO BACA : Mencicipi Tahu Gimbal Pak Edi di Mugassari

Berbeda dengan martabak manis, terang bulan dijual seperti lapisan pancake dengan selai dan toping beraneka ragam. Biasanya tersedia selai strawberry, mesees, coklat dan keju yang di mix. Terang bulan juga disajikan dengan tambahan gula halus sebagai pelengkap. Meskipun dengan sajian selai dan gula halus, rasa manis terang bulan tidak terlalu dominan karna dibalut dengan pancake berlapis yang empuk.

“Sering beli sih. Enak, murah, manisnya pas. Anak-anak banyak yang suka sih,” ujar Ningsih, salah satu pembeli terang bulan.

Wah, meskipun sebagai jajanan masa kecil dulu, ternyata sampai sekarang terang bulan masih tetap jadi idola ya.

AYO BACA : Nostalgia Masa Kecil di Kampung Jajanan Kuno Semarang

Nur sendiri juga mengakui bahwa terang bulan sudah dijual sejak lama menjadi jajanan masa kecil bagi anak-anak sekolahan. Ia sendiri sudah mulai berjualan sejak tahun 2000.

“Udah lama jualnya. Dari tahun 2000 sempat berhenti sebentar, abis itu lanjut lagi sampai sekarang,” jelas laki-laki asal Lumajang tersebut.

Lebih lanjut Nur menyebutkan bahwa lapisan roti terang bulan yang dijualnya diambil dari agen di sekitar kawasan rumahnya.

“Ambil dari agen. Soalnya kalau bikin sendiri lama dan ribet. Nggak bisa langsung jualan mulai pagi, karena bikinnya juga banyak,” ungkapnya.

Jajanan yang dijual dengan gerobak ini dijual dengan harga sesuai dengan permintaan pelanggan. Biasanya, jika pembeli adalah anak sekolah dasar, dijual per-slice dengan harga Rp2000 atau untuk setengah potongan dihargai Rp 4000. Sedangkan untuk terang bulan utuh dihargai Rp 7.000.

Jadi, tertarik merasakan terang bulan di Kota Semarang?

AYO BACA : Gethuk Lindri, Jajanan Legendaris yang Jarang Ditemui

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar