Kinerja Kemahasiswaan UPGRIS Peringkat Empat di Jateng

  Rabu, 11 September 2019   Arie Widiarto
Mahasiswa baru UPGRIS mengikuti kegiatan PIESQ di Balairung Kampus UPGRIS, Rabu (11/9/2019). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

SEMARANG TIMUR, AYOSEMARANG.COM -- Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) masuk peringkat 27 nasional berdasarkan pemeringkatan kinerja kemahasiswaan tahun 2019 oleh Kemenristekdikti.

Dari pemeringakatan tingkat nasional ini, di Jateng, UPGRIS masuk di peringkat empat, setelah Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Universitas Negeri Semarang (Unnes), atau peringkat satu untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Hal ini diungkapkan oleh Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH Mhum di sela-sela kegiatan PIESQ bagi mahasiswa baru di Balairung Kampus UPGRIS, Rabu (11/9/2019).

AYO BACA : UIN Walisongo dan Kemenpora Genjot Jumlah Wirausahawan Muda

 ''Ini sekaligus menguatkan bahwa soal softskill mahasiswa menjadi salah satu fokus kami. Dan ini sudah dibuktikan dengan naiknya peringkat dari 50 pada tahun lalu menjadi peringkat 27 secara nasional atau dari 4.500 perguruan tinggi yang ada di Indonesia,'' papar Muhdi didampingi Wakil Rektor III Nizaruddin.

Ia menjelaskan pemeringkatan ini dinilai dari kegiatan kemahasiswaan, keaktifan kemahasiswaan, lulusan, kreativitas mahasiswa dan inovasi.

''UPGRIS selama ini memang kuat di bidang kemahasiswaan, pengabdian masyarakat dan penelitian,'' jelasnya.

AYO BACA : Teliti Kehidupan Permukiman Kumuh, Agung Raih Gelar Doktor

Melihat pencapaian ini, Muhdi menyatakan, akan terus meningkatkan berbagai program yang mendorong mahasiswa untuk lebih kreatif dan didorong menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam setiap kegiatan. Termasuk pemberian sertifikat pendamping ijazah bagi mahasiswa yang memiliki keterampilan diluar akademik.

''Jadi selama ini, softskill memang menjadi perhatian agar kelak ketika lulus dapat bersaing di dunia kerja maupun wirausaha,'' jelasnya.

Ia menyebutkan penguatan softskill ini antara lain dengan digelarnya pembekalan Physical, Intellectual, Emotional, Spiritual Quotient,  (PIESQ) bagi mahasiswa baru ini. Sebab, menurut dia, kecerdasan seseorang tidak sekadar terletak pada kemampuan  menyerap ilmu pengetahuan, namun harus mampu memanfaatkan kemampuan emosi, spiritual, fisik, dan intelektual secara seimbang.

“Keceerdasan seseorang harus diasah, tidak hanya dari fisik  namun juga mental, ahlak hingga otak. Hal tersebut akan membentuk pribadi yang memiliki karakter kuat. Hal ini diperlukan  terutama bagi mahasiswa, para penerus calon pemimpin bangsa,'' paparnya.

Muhdi menjelaskan, PIESQ adalah training untuk membekali mahasiswa bagaimana mengelola keceerdasan fisik, intelektual, emosional,  dan spiritual,  sehingga menghasilkan pribadi yang kompeten. PIESQ ini dilaksanakan bagi mahasiswa baru selama dua tahap.

AYO BACA : Datangkan Guru Asli Korea, Unissula Gelar Kelas Memasak

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar