Audisi Bulutangkis Djarum Dinilai Dekatkan Anak pada Rokok

  Rabu, 11 September 2019   Abdul Arif
Sejumlah pebulutangkis hasil Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis mengikuti latihan di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin (9/9/2019). ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/foc

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menganggap audisi bulutangkis yang diselenggarakan oleh PB Djarum mendekatkan anak pada rokok. Ketua KPAI Susanto  mengatakan, anak-anak yang mengikuti audisi bulutangkis itu otomatis akan mendapat informasi tentang produk rokok karena nama produk rokok menjadi bagian dari nama audisi.

Anak yang mendapatkan informasi tentang rokok bisa tergoda untuk mencoba rokok dan kemudian susah berhenti merokok karena sudah kecanduan.

AYO BACA : Gubernur Jateng Harap PB Djarum Tetap Gelar Audisi Bulutangkis

Karena itu, iklan, promosi dan sponsor rokok, termasuk publikasi citra merek rokok dibatasi. Di media penyiaran misalnya hanya boleh antara pukul 21.30 hingga 05.00, kata Susanto di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Saya tidak katakan prevalensi perokok anak di Indonesia meningkat karena PB Djarum. Banyak faktor yang mempengaruhi prevalensi itu, salah satunya akses anak terhadap rokok, ia menambahkan.

AYO BACA : Pamit, PB Djarum Hentikan Audisi Bulutangkis

Susanto mengatakan bahwa ketika bicara tentang prevalensi anak perokok, yang paling mengkhawatirkan adalah peningkatan prevalensi perokok di kalangan anak usia sekolah dasar

Karena itu, jangan sampai anak-anak kita terus didekati dengan informasi dan citra rokok yang bisa membuat mereka penasaran dan ingin mencoba merokok, katanya.

Menurut Susanto, pemerintah ingin menurunkan prevalensi perokok di kalangan anak dan untuk itu pemerintah membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan semua pihak.

Bukan hanya kementerian/lembaga, tetapi juga seluruh korporasi, masyarakat, orang tua, dan guru, katanya.

AYO BACA : Sejumlah Legenda Bulutangkis Ramaikan TKRM 2019

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar