Mengenang 70 Tahun Chrisye

  Senin, 16 September 2019   Adib Auliawan Herlambang
Chrisye (Istimewa)

Google Doodle hari ini menampilkan mendiang Chrisye yang merupakan pelantun lagu “Kisah Kasih Di Sekolah” dalam laman depan Google untuk memperingati hari kelahiran legenda musik Tanah Air Itu.

Chrisye lahir di Jakarta, 16 September 1949, dan meninggal dunia pada di Jakarta pada tangaal 30 Maret 2007. Hingga akhir hayat, almarhum telah menerima banyak penghargaan yang menobatkannya sebagai “Indonesia Living Legend”.

Beberapa generasi muda mungkin tidak banyak yang mengenal mendiang Chrisye. Dibalik sifatnya yang pendiam, Chrisye merupakan penyanyi pop yang bersinar pada era 1980 hingga 2000. Beberapa lagu – lagu Chrisye juga menjadi soundtrack 'for your life' bagi remaja pada saat itu hingga kini.

Sebelum nama Chrisye menjadi bersinar dengan solo karirnya, beliau merupakan bagian anggota dari Guruh Gipsy, group band yang dimotori oleh Guruh Soekarnoputra dan Eros Djarot. Harus diakui, kedua orang tersebut membawa pengaruh besar pada perjalanan musik Chrisye.

Tahun 1972 merupakan tahun yang hebat bagi Chrisye, Gipsy mendapatkan tawaran bermain di New York untuk menjadi band di Ramayana –sebuah restoran milik BUMN yang berlokasi di Amerika Serikat. Tawaran itu kemudian diambil dan memutuskan Chrisye dan kawan – kawan untuk menetap di New York selama dua tahun.

Setelah sukses dengan Guruh-Gipsy perjalanan Chrisye berjalan lebih jauh. Satu tahun sepulang dari Amerika, beliau kembali lagi kesana dengan group band yang berbeda, The Pro’s. Setelah dengan dua group musik tersebut, Chrisye juga dikenal sebagai musisi yang sangat kolaboratif. Hasrat petualang begitu membara, sehingga ia mau bekerjasama dengan siapa saja.

Kepopuleran Chrisye di jagat musik pop terjadi pada tahun 1977 ia menjadi penyanyi lagu “Lilin – Lilin Kecil” karya James F Sundah. Lagu diciptakan Sundah untuk ajang Lomba Cipta Lagu Remaja yang dibuat oleh Radio Prambors.

Tahun berikutnya Label Pramaqua Records kemudian melihat Chrisye sebagai penyanyi yang mempunyai prospek yang besar. Dalam proyek album solo ini, beliau didampingi deretan musisi – musisi kelas wahid seperti Yockie, Ian Antono, dan Teddy Sujaya. Meskipun mempunyai kualitas musik yang tinggi, namun album yang bertajuk “Jurang Pemisah” ini ternyata penjualannya dianggap gagal.

Perjalanan musik Chrisye tidak berhenti di era itu, hasrat kolaborasi yang sangat tinggi membuat Chrisye tidak seperti bintang pop yang dilupakan zaman. Pria yang mempunyai nama lengkap Chrismansyah Rahardi tetap diingat, dan terus berkarya.

Kolaborasi bersama musisi di era sekarang, seperti Ahmad Dhani, Peterpan, Ungu, Naif, hingga Eross Chandra dari Sheila On 7 menjadi bukti bahwa Chrisye meruapakan musisi yang diterima disegala zaman.

Chrisye adalah pribadi yang tangguh. Bahkan, saat dokter mengumumkan bahwa ia mengidap kanker paru stadium 4 pada tahun 2005 ia masih mampu berkarya dan tetap berkolaborasi bersama musisi muda yang dikemas dalam album Chrisye By Request dan Chrisye Duet By Request.

Hingga akhirnya pada tanggal 30 Maret 2007, Chrisye harus pergi meninggalkan album – album dahsyat yang tidak pernah lekang ditelan waktu.  

Penulis: Fakhri Hardianto / Magang ayosemarang.com

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar