Masyarakat Perlu Pemahaman Perawatan Cagar Budaya

  Selasa, 17 September 2019   Vedyana Ardyansah
Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Nasional, Junus Satrio Atmodjo. (Vedyana/Ayosemarang.com)

SEMARANGTENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Kota Lama Semarang, Kawasan Pecinan, Kampung Melayu, dan Kampung Arab, telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Hal tersebut disampaikan Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Nasional, Junus Satrio Atmodjo usai mengisi Seminar Cagar Budaya dan Fotografi Budaya di Gedung Marabunta Kawasan Kota Lama Semarang, Selasa (17/9/2019).

AYO BACA : Kejat Target, Disbudpar: Optimis 7,2 Juta Wisatawan ke Semarang

"Setelah ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Semarang harus dapat memelihara identitas cagar budaya. Pemkot maupun pemerintah provinsi harus memiliki kebijakan guna menjaga kawasan cagar budaya ini ini tidak rusak nantinya," uajrnya.

AYO BACA : Kota Lama Bakal Terapkan Car Free Night

Melihat kondisi saat ini, yang mana tak sedikit bangunan di kawaan tersebut merupakan milik pribadi, Junus mengharapkan Pemkot Semarang harus perlu memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait perawatan bangunan yang berada di cagar budaya tersebut. 

"Pemerintah harus berdialog dengan masyarakat. Karena mereka yang punya aset, mereka pun bisa secara bebas memanfaatkan tapi harus bisa mempertahankan arsitekturnya. Tak boleh merobohkan atau merombak bagian atap dengan menambahkan bangunan lain. Semisal, jebol tembok boleh tidak? Boleh saja selama tidak merobohkan bangunan. Menjebol kan hanya tata ruang saja yang berubah," imbuhnya.

Menurutnya, dengan adanya penetapan kawasan tersebut menjadi Cagar Budaya Nasional ini, masyatakat dapat melihat bagiamana sejarah Kota Semarang mulai dari zaman Ki Pandanaran hingga zaman sebelum kemerdekaan.

 "Kita harus mempertahankan identitas kota sendiri. Supaya sejarah tetap terjaga," katanya.

AYO BACA : UMKM Go Online Menjangkau Pasar Lebih Luas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar