Budidaya Udang Vaname di Desa Tambakbulusan

  Selasa, 17 September 2019   Adib Auliawan Herlambang
Panen Udang Vaname di Desa Tambakbulusan

Desa Tambakbulusan, Demak, Jawa Tengah merupakan salah satu desa yang memiliki kekayaaan hasil perikanan yang cukup melimpah. Terbukti dengan terdapatnya ratusan area pertambakan di daerah ini. Sebagai desa pesisir di Demak dengan penduduk yang bermata pencaharian di bidang perikanan,Tambakbulusan menjadi salah satu kawasan perariran yang cocok untuk budidaya berbagai jenis kultivan.

Abdul Gofur ialah salah satu petani ikan yang berkecimpung dibidang ini. Mengetuai kelompok tani tambak Jaya Bakti, Abdul Gofur berani mencoba inovasi baru perikanan di desa Tambakbulusan. Tidak tanggung-tanggung, ia menjadi satu-satunya petani ikan yang berani mengambil resiko budidaya udang vaname dengan kondisi cuaca yang tidak menentu di Desa Tambakbulusan. Padahal, udang vaname merupakan salah satu kultivan yang rentan terkenan penyakit dan tingkat kerugian yang besar.

“Wah, yang panen udang disini cuma saya Mbak. Yang lain belum berani. Biasanya budidaya bandeng atau kerapu,” jelasnya.

Sebagai salah satu penggerak budidaya yang masih aktif hingga sekarang, Bapak empat anak ini juga membantu memberikan berbagai penyuluhan bagi petani-petani di desa lain. Ia juga tidak segan untuk mengikuti berbagai pelatihan untuk meningkatkan kemampuan budidaya yang dimilikinya. Selama proses budidaya yang dilakukannya, ia mengakui tidak mudah dalam prosesnya.

“Dulu pernah hasil panen hampir gagal, kena virus. Ya tapi dicoba lagi terus. Alhamdulillah, sekarang ini panennya baik terus,” jelasnya pada panen udang vaname hasil tambaknya.

Abdul Gofur belajar mengenali berbagai permasalahan yang didapatkannya selama masa budidaya meskipun banyak permasalahan yang dihadapi. Terutama yang berkaitan dengan cuaca dan kondisi alam. 

“Yang paling sering ya rob,” lanjutnya.

Selain udang, budidaya yang diterapkan Abdul Gofur tidak hanya satu jenis kultivan atau hewan budidaya saja. Dalam satu tambak, Abdul Gofur memelihara udang vaname, udang windu, bandeng, dan kerang dara. Namun, kultivan utama dalam budidayanya tetap udang windu. Ilmu ini juga ia terapkan dari berbagai pelatihan yang telah ia ikuti. 

Hasil panen yang didapatkannya, sejauh ini dijual secara langsung usai panen ke pasar kobong, Semarang.

Penulis: Kadek Delia Arisani / Magang Ayosemarang.com

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar