Peringati Hari Santri, Pegawai Pemkot Semarang Pakai Busana Santri

  Kamis, 19 September 2019   Arie Widiarto
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang dipimpin Wakil Rais Syuriyah KH Adib Fathoni melakukan audiensi dengan Wali Kota Hendrar Prihadi di ruang kerjanya dalam rangka persiapan Hari Santri Nasional (HSN) Oktober 2019.(Istimewa)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2019, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi akan memerintahkan seluruh pegawai Pemkot Semarang yang beragama Islam untuk memakai busana santri pada peringatan HSN 22 Oktober 2019 mendatang.

Rencananya, Pemkot Semarang bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) akan menggelar upacara Hari Santri di halaman Balai Kota Semarang pada tanggal 22 Oktober 2019. Seluruh pegawai Pemkot, sekitar 2.000 orang, kiai, dan santri pengasuh pondok pesantren, madrasah se-Kota Semarang akan mengikuti upacara tersebut.

Pada event itu, seluruh peserta upacara memakai busana santri. Yaitu pria memakai sarung dan peci, plus baju koko. Sedangkan wanita memakai kerudung, baju panjang terusan, kebaya dan jarik atau sarung.

AYO BACA : Kabut Asap dan Kekeringan, PBNU Instruksikan Umat Islam Salat Istisqa

"Saya Insya Allah akan ikut upacara Hari Santri seperti tahun-tahun lalu. Dan tentu saya akan memakai sarung. Nah, para pegawai Pemkot akan saya instruksikan memakai busana santri (khusus yang muslim/muslimah)," tutur Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ketika menerima audiensi Panitia HSN 2019 PCNU Kota Semarang di ruang kerjanya di Balai Kota Jalan Pemuda Semarang, baru-baru ini.

Audiensi dipimpin Wakil Rais Syuriyah KH Adib Fathoni. Selain itu diikuti Ketua Panitia HSN Asikin Husnan, Wakil Ketua PCNU H Ali Mas'adi dan H Merry Suwito dan lain-lain.

Wakil Rais Syuriyah KH Adib Fathoni menjelaskan, dalam kegiatan Hari Santri, PCNU menggelar sedikitnya tujuh kegiatan, yakni Musabaqah Santri, Workshop Jurnalistik, dan Istighatsah Kebangsaan. 

AYO BACA : Jateng Usul Empat Isu Strategis di Rakernas PKK 2020

Kemudian bedah buku tentang KH Sholeh Darat, ziarah ke makam KH Sholeh Darat sebagai tokoh penggerak Ahlussunnah waljamaah dan ziarah ke makam pendiri Kota Semarang Sunan Pandanaran. Puncaknya, upacara Hari Santri di halaman Balai Kota Semarang.

Ketua Panitia Hari Santri Asikin Husnan menjelaskan, seluruh santri di Kota Semarang siap memeriahkan semua event yang akan digelar. Ia meminta Wali Kota memberi dukungan secara maksimal.

"Kami akan menggelar beberapa event Hari Santri. Seluruh santri yang ada di Semarang siap memeriahkannya. Mohon Wali Kota mendukung maksimal," tuturnya.

Wali Kota yang akrab dipanggil Mas Hendi menyatakan, Pemkot Semarang siap membantu memfasilitasi kegiatan peringatan Hari Santri.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Kota Semarang Agus Fathuddin Yusuf menjelaskan, workshop jurnalistik se-Kota Semarang akan dimanfaatkan untuk menghidupkan semangat menulis di kalangan santri.

 ‘’Website NU dan media online harus dihidupkan dan diisi dengan konten-konten positif, menebarkan Islam damai (wasathiyah), berita Islam rahmatan lilalamin, Islam ramah tidak menebar fitnah, ghibah dan namimah. Kita lawan hoaks atau berita bohon dengan berita-berita positif di media,’’ katanya.

AYO BACA : Semarang Bangun Empat Embung Antisipasi Banjir

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar