Jokowi Bloody Hands Muncul Lagi, PDI Perjuangan Kecewa

  Rabu, 09 Oktober 2019   Adib Auliawan Herlambang
Presiden Joko Widodo (kanan) berjalan bersama PM Singapura Lee Hsien Loong, di Istana, di Singapura, Selasa (08/10/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Feline Lim/ama.

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyayangkan kebijakan redaksi media Australia, The Courier Mail, yang menampilkan ilustrasi Presiden Joko Widodo dengan tangan bersimbah darah di cover majalahnya.

AYO BACA : PDI Perjuangan Buka Suara Soal Karikartur Presiden Jokowi

Ilustrasi tersebut sebenarnya dibuat oleh The Courier Mail pada Mei 2015 lalu, dengan konteks protes keras atas eksekusi mati terhadap dua warga negara Australia, duo Bali Nine yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

AYO BACA : DPR Fokus Persiapkan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

Namun sejumlah akun di media sosial mengkaitkan ilustrasi itu dengan narasi kerusuhan seperti di Papua dan aksi demonstrasi mahasiswa di DPR RI.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga pernah menemukan peristiwa serupa saat situasi politik pasca-pemilu presiden sedang memanas 22-24 Mei 2019 lalu.

Oleh karena itu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berharap ilustrasi yang kembali ramai di media sosial itu tidak menganggu hubungan diplomasi yang selama ini terbangun baik antara Indonesia dan Australia.

"Ya di antara hubungan dengan negara tetangga sebaiknya saling menghormati. Tidak boleh ada sebuah upaya atau komunikasi politik yang mengganggu persahabatan kedua negara," kata Hasto Kristiyanto saat ditemui di Pondok Pesantren Al Tsafaqah di Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

AYO BACA : PDI Perjuangan Ajak Seluruh Pihak Beri Kesempatan UU KPK Dijalankan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar