Peringati Hari Lahir Pancasila di Semarang, Wali Kota Ingin Lebih Gencarkan Kurikulum P5 di Sekolah

- Kamis, 1 Juni 2023 | 12:13 WIB
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat memberikan buku pedoman kurikulum P5 kepada siswa SMP di Kota Semarang usai Upacara Hari Lahir Pancasila.  (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat memberikan buku pedoman kurikulum P5 kepada siswa SMP di Kota Semarang usai Upacara Hari Lahir Pancasila. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memperingati Hari Lahir Pancasila di Balaikota, Kamis 1 Juni 2023.

Dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila oleh Pemerintah Kota Semarang ini selain menggelar upacara juga sekaligus meluncurkan buku pendidikan Pancasila di tingkat SD dan SMP.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu usai memimpin Peringatan Hari Lahir Pancasila menyampaikan jika Pemkot tidak sekadar menyelenggarakan upacara tetapi juga menampilkan implementasi dari Pancasila.

Baca Juga: Selain Hari Lahir Pancasila, Ada Peringatan Hari Besar Apa Saja di Bulan Juni? Simak Daftarnya

"Karena hari ini juga ada launching pada saat beberapa waktu yang lalu Pemerintah Kota Semarang menjadi pionir buku pendidikan pancasila. Sehingga dari kami melakukan kolaborasi. Karena di Kota Semarang ini sudah ada yang namanya kegiatan atau kurikulum P5 atau Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila," kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Ita.

Kurikulum P5 itu, lanjutnya, ditunjukkan dengan berbagai stand kegiatan yang dimiliki oleh masing-masing SMP di Semarang.

Dalam stand tersebut, siswa dan siswi SMP menampilkan hasil produknya masing-masing selama berkegiatan di sekolah.

"Tadi menampilkan bagaimana ini adalah bentuk dari gotong royong. Bhineka Tunggal Ika, bentuk bagaimana kita menjaga keutuhan dari Pancasila lalu NKRI berideologi dengan Pancasila ini yang membuktikan anak-anak ini bisa. Dan kami yakin Insya Allah di Kota Semarang ini anak2 sudah dari kecil memahami terkait ideologi Pancasila," ucap Ita.

Baca Juga: Satpol PP Gerebek Tempat Karaoke Ilegal di Demak, Pulangkan 17 LC Serta Ratusan Miras Disita

Selain hal tadi, Ita juga meminta kepada Disdik Semarang untuk melibatkan berbagai potensi tadi dalam prosesi upacara seperti misalnya gamelan, paduan suara dan dolanan anak.

Tidak hanya itu saja, Ita juga meminta untuk mengakomodir hasil entrepenur dengan membuatkan E-Commerce P5.

"Jadi nanti orang tua kemudian kita, semua masyarakat bisa membeli produk dari P5. Mungkin tadi salah satu contoh ada anak berkebutuhan khusus yang masuk di sekolah inklusj bisa bikin batik sibori dan bahkan satu hari saja sudah selesai. Nah ini kita terus dorong agar anak2 bisa menjaga pancasila, NKRI, UUD 1945 dan Berbhineka Tunggal Ika," sambungnya.

Lebih lanjut Ita menuturkan dalam upacara kali ini semua OPD kompak mengenakan pakaian adat untuk upacara.

Baca Juga: Utangnya Membengkak Rp3 Miliar, Warga Pekalongan Beberkan Modus Kecurangan Koperasi Syariah

Halaman:

Editor: Arman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X