Harga Telur Rp20.000 per Kilogram, Peternak Mengaku Masih Rugi

- Minggu, 9 Januari 2022 | 12:40 WIB
Peternak ayam petelur di Kendal mengaku masih rugi jika harga telur Rp20.000 perkilogramnya. ( edi prayitno/kontributor kendal)
Peternak ayam petelur di Kendal mengaku masih rugi jika harga telur Rp20.000 perkilogramnya. ( edi prayitno/kontributor kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM - - Penurunan harga telur ayam yang kini dijual Rp20.000 perkilogram diakui peternak masih menanggung kerugian.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah, Suwardi mengatakan dengan saat ini harga  telur ayam di tingkat peternak sudah turun  menjadi  Rp20.000 per kilogramnya, namun demikian  ditingkat pengecer masing tinggi kisaran Rp25.000.

 “Jika harga telur di tingkat peternak masih Rp20.000 maka yang terjadi teman-teman  peternak ayam telur masih  rugi. Sebab  kalau dihitung dengan harga pakan ternak  dalam 1 kilogram telur mengalami kerugian  sekitar Rp4.000,” jelasnya.

Baca Juga: Hasil Piala FA: Tampil Trengginas, Chelsea Habisi Chesterfield 5-1

Mestinya  pemerintah  juga harus  campur tangan terkait harga pakan  ternak, sehingga  kalau pemerintah tidak  hadir  di tengah peternak makan para ternak ayam petelur lambat laun akan  gulung tikar.

“Di Kabupaten Kendal peternak sudah mengurangi populasinya sekitar 20 persen. Dan terbukti sudah ada  beberapa  peternak yang sudah tak mampu lagi dan semua  ayamnya dijual hingga  kandang kosong,” imbuhnya.

Untuk itu pemerintah harus hadir sebagai wasit,  sehingga  harga pakan ternak  bisa di tekan maupun di subsidi. Dengan demikian  peternak bisa mempekerjakan  orang, sebab peternak tidak bisa  hidup sendiri tanpa bantuan  para  pekerjanya.

Baca Juga: BURSA TRANSFER LIGA INGGRIS: Pertajam Lini Serang Arsenal, Mikel Arteta Lirik Dusan Vlahovic dari Fiorentina

Sementara salah satu peternak ayam telur Mastur Darori mengatakan, kalau di hitung harga telur hari ini dari kandang Rp20.000 artinya kalau di bandingkan dengan harga pakan,  para peternak sudah mengalami kerugian Rp1.000 per kilogram.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X