Gelar Muswil di Kota Semarang, APPSI Kecewa Tak Dilibatkan Kebijakan Subsidi Minyak Goreng

- Senin, 10 Januari 2022 | 10:47 WIB
APPSI saat menggelar Muswil III di Kota Semarang. Dalam Muswil ini, APPSI kecewa tidak dilibatkan dalam wacana subsidi minyak goreng.  (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
APPSI saat menggelar Muswil III di Kota Semarang. Dalam Muswil ini, APPSI kecewa tidak dilibatkan dalam wacana subsidi minyak goreng. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

Menurutnya penyaluran minyak subsidi minyak goreng melalui pasar modern atau super market yakni sasaran pembeli hanya kalangan masyarakat menengah ke atas saja.

Sehingga, Sudaryono meminta subsidi minyak goreng itu agar direncanakan dan dikonsep secara matang terlebih dahulu. Terutama, pedagang pasar harus dilibatkan agar bisa memastikan subsidi minyak tepat sasaran.

“Sekali lagi saya tegaskan, kami sangat menyambut baik program subsidi minyak itu. Tapi kami ingin dilibatkan juga dalam penyaluranya. Kami pengen pedagang tradisional yang dilibatkan dalam komunitas subsidi minyak itu. Kerena sejauh ini kan, kita penyaluran bantuan tidak melalui APPSI, tapi lewat organisai ritel atau yang modern,” jelas Sudaryono.

Baca Juga: Sentra Logam di Tugu Rampung, Wali Kota Semarang Pastikan Pedagang di Barito Dapat Prioritas

Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APPSI Jawa Tengah, Suwanto ikut bersuara menyoal adanya kebijakan minyak goreng itu.

Sebagai organisasi pedagang pasar, ia mempermasalahkan terkait harganya Crude Palm Oil (CPO) atau bahan baku minyak goreng bisa naik terus menerus.

“CPO di sini (Indonesia) ini kan bagus di di dunia, mengapa harga bisa naik terus. Ini berarti ada yang tidak benar di distribusi atau mungkin ada kartelnya. Jadi kenapa malah di export ke luar negeri. Pemerintah jangan lupa kita ada rakyat yang memerlukan itu (CPO),” terang Suwanto.

Sebelumnya, Dinas Peribdustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo mengungkapkan, rencana program pemerintah pusat yaitu mekanismenya masih dihitung.

Bahkan, ia mengaku, dinasnya belum bisa memastikan jumlah minyak yang digelontorkan ke Jawa Tengah.

"Itu kebijakan yang baru akan diturunkan. Mekanismenya masih dihitung. Rencanaya, untuk subsidi itu untuk 6 bulan," kata Sambodo, Kamis 6 Januari 2022.

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X