17 Orang Diperiksa Terkait Kasus Pemotongan Honor Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19 Kendal

- Rabu, 19 Januari 2022 | 12:22 WIB
Tim pemulasaran jenazah Covid-19 Kendal saat memakamkan warga yang positif Covid-19.  (edi prayitno/kontributor kendal)
Tim pemulasaran jenazah Covid-19 Kendal saat memakamkan warga yang positif Covid-19. (edi prayitno/kontributor kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Terkait dugaan pemotongan honor petugas pemulasaran jenazah Covid-19 di Kantor Satpol PP dan Damkar Kendal, Inspektorat Kendal melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang.

Mereka terdiri dari 8 orang relawan yang mendapatkan SK Bupati dan 9 orang dari petugas pemulasaran jenazah Covid-19 yang tidak masuk dalam SK Bupati dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal.

Salah satu pemeriksa Inspektorat Kendal, Arif mengatakan, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih terjadi kasus pemotongan honor petugas pemulasaran jenazah Covid-19 karena masih dalam tahap pemeriksaan.

Baca Juga: Terlalu, Honor Petugas Pemulasaran Covid-19 Kendal Disunat

"Yang jelas kami saat ini masih memintai keterangan sejumlah rekawan dan pihak dinas kesehatan, karena masih proses pemeriksaan belum bisa kami informasikan secara detail,” kata Arif.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal Muntoha menjelaskan untuk anggaran yang diberikan kepada tim pemulasaran jenazah Covid-19 sebesar Rp50 Juta.

"Anggaran yang diberikan sesuai dengan ketentuan untuk satu jenazah Covid-19 yang dimakamkan sebesar Rp100.000," ujar Muntoha.

Baca Juga: Uji Coba PTM Diperpanjang, Disdikbud Kabupaten Kendal Tambah Jam Pelajaran

Ditempat lain, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando RAD Bonay menjelaskan, dirinya memberikan honor kepada mereka para relawan yang tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 443.1/272/2021 Tentang Pembentukan Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19.

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X