(KAMUS SEMARANGAN) Penyingkatan Kata dalam DIalek Semarangan, Mulai Mangpi, Sak Ler, Ngko Sik HIngga Ji Thok

- Jumat, 15 April 2022 | 19:01 WIB
Gereja Blenduk di kawasan Kota Lama salah satu destinasi wisata di Semarang (ayosemarang.com/Afri )
Gereja Blenduk di kawasan Kota Lama salah satu destinasi wisata di Semarang (ayosemarang.com/Afri )


SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Bahasa semarangan memang lebih eksis sebagai bahas lisan. Sedangkan untuk tulisan lebih cenderung berkiblat ke Solo.

Hal tersebut disampaikan Hartono Samidjan, penulis buku "Halah Pokokmen, Kupas Tuntas Bahasa Semarangan".

Menurut Hartono, bahkan dalam acara tradisi atau acara adat, biasanya menggunakan bahasa Jawa standar Solo.

Baca Juga: (KAMUS SEMARANGAN) Frasa Istilah Khas Dialek Semarangan, Mulai Pecah Ndhase Hingga Koyane Gedhi

Ragam baku, lanjut Hartono dalam bukunya, mengandung watak konservatif. Di sisi lain, kebanyakan orang tidak selalu mau terbelenggu dalam watak konservatif itu.

"Sebab, kebanyakan orang juga ingin dan bersifat inovatif. Selalu ada orang yang ingin, secara sadar atau tidak, melakukan hal-hal lain yang berbeda dari hal baku," tulisnya.

Maka dari itu, Hatono melanjutkan, timbullah penyimpangan-penyimpangan, yang bila dari sudut kebakuan menjadi salah. Salah satu penyimpangan itu adalah penyusutan atau penyingkatan.

Baca Juga: (SEMARANGAN) Tradisi Ramadhan Masjid Kauman Semarang: Petis Bumbon Kuliner Melegenda untuk Berbuka

"Dalam bahasa Jawa fenomena itu juga terjadi. Tak terkecuali di dialek semarangan. Banyak kata yang disingkat dan berubah bunyi," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X