(SEMARANGAN) Tradisi di Masjid Layur Part 1, Sejarah Menara dan Tidak Diperuntukkan Bagi Jemaah Perempuan

- Selasa, 19 April 2022 | 16:47 WIB
Masjid Layur Semarang yang punya bangunan ikonik berupa menara. Di masjid ini perempuan tidak boleh ikut berjamaah. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Masjid Layur Semarang yang punya bangunan ikonik berupa menara. Di masjid ini perempuan tidak boleh ikut berjamaah. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

SEMARANGUTARA, AYOSEMARANG.COM - Di Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara terdapat satu masjid tua di Kota Semarang yakni Masjid Layur.

Meskipun di sekeliling Masjid Layur banyak bangunan yang sudah tua dan hampir tenggelam oleh penurunan tanah, namun masjid tua ini tetap berdiri.

Sampai saat ini, di Masjid Layur ini tidak hanya bangunannya saja yang masih tetap berdiri namun juga berbagai tradisinya yang dipertahankan.

Jika dilihat dari luar, Masjid Layur memiliki sebuah menara yang tinggi.

Banyak yang berkata jika menara tersebut merupakan bekas mercusuar di daerah itu.

Baca Juga: (KAMUS SEMARANGAN) Penyingkatan Kata dalam DIalek Semarangan, Mulai Mangpi, Sak Ler, Ngko Sik HIngga Ji Thok

Anggapan itu mungkin tidak salah, sebab di daerah Masjid Layur berdiri pernah ada pelabuhan lama Kota Semarang yang akrab dengan sebutan Boom Lama.

Selain itu, di belakang Masjid Layur juga melintas sebuah Kali Semarang yang dulu jadi lalu lintas perdagangan di Kota Semarang.

Namun anggapan itu langsung dikonfirmasi oleh Takmir Masjid Layur yakni Ali Makhsun. Kata Ali, anggapan itu tentu saja salah.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X