Waduh!! Periksa di Puskesmas Sekarang Tidak Gratis Lagi

- Rabu, 11 Mei 2022 | 16:49 WIB
Warga memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Brangsong 2. (edi prayitno / kontributor kendal)
Warga memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Brangsong 2. (edi prayitno / kontributor kendal)

KENDAL,AYOSEMARANG.COM - Bersiap-siap bagi warga yang tidak memiliki jaminan kesehatan dan ingin berobat ke puskesmas di Kendal, menyiapkan uang saat mendaftar.

Pasalnya terhitung mulai 1 Mei 2022, warga yang mendaftar untuk berobat ke puskesmas di Kendal sudah tidak lagi gratis. Warga akan dikenakan tarif sebesar Rp 10.000 saat mendaftar di loket pendaftaran ketika akan berobat.

Kebijakan ini diterapkan berdasarkan peraturan bupati atau Perbup nomor 28 tahun 2022, plt Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Parno mengatakan, biaya pendaftaran itu berlaku bagi pasien umum yang tidak menjadi peserta BPJS kesehatan.

“Jadi hanya yang tidak memiliki BPJS kesehatan saja yang akan dikenakan tariff pendaftaranm sedangkan yang sudah jadi peserta BPJS kesehatan tetap gratis,” katanya.

Baca Juga: Sudah Empat Hari Hilang, Bocah Batang Diduga Hanyut di Sungai Belum Ditemukan

Menurutnya masyarakat Kendal sebagian besar sudah ikut BPJS kesehatan, baik yang mandiri maupun yang penerima bantuan iuran. Totalnya ada 80 persen yang sudah ikut BPJS kesehatan, sedangkan yang belum ikut tinggal 20 % dari total sekitar 1 juta jiwa penduduk.

“20 persen masyarakat yang tidak ikut BPJS bukan berarti bahwa mereka warga kurang mampu, justru kebanyakan dari orang-orang mampu,” imbuhnya.

Meski angka keikutsertaan BPJS kesehatan warga kendal sudah mencapai 80%, namun pihaknya tetap menargetkan agar di tahun 2023 mendatang semua warga sudah ikut menjadi peserta jaminan kesehatan ini. Sehingga setiap kali akan berobat baik ke puskesmas maupun ke rumah sakit biayanya sudah tercover semuanya oleh BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Peringatan Lupus Dunia, Periksa Anak Jika Terdapat 4 dari 11 Gejala Ini!

Ditambahkan Parno, untuk mewujudkan target agar semua warga bisa menjadi peserta BPJS kesehatan, pihaknya akan mensosialisasikannya kepada masyarakat melalui camat dan kepala desa.

Halaman:

Editor: Iswara Bagus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X