(KAMUS SEMARANGAN) Kata Sirahipun, Tanganipun, Sikilipun Lebih Kerap Dipakai untuk Berkrama Inggil

- Jumat, 13 Mei 2022 | 14:30 WIB
Ilustrasi dialek semarangan. Tugu Muda Semarang (Ayosemarang.com / Audrian Firhannusa)
Ilustrasi dialek semarangan. Tugu Muda Semarang (Ayosemarang.com / Audrian Firhannusa)


SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Berikut ini ulasan mengenai meng-krama inggil-kan kata dalam dialek semarangan.

Dalam bahasa Jawa terdapat tiga kata yang bermakna kepala sebagai organ tubuh, yakni endhas/ndhas, sirah, dan mustaka.

Di dialek mataraman, endhas digunakan untuk merujuk pada kepala binatang (contoh: endhas pitik, endhas sapi).

Baca Juga: Link Live Streaming Timnas Indonesia U23 vs Filipina, Main Pukul 16.00 WIB

Bagaimana di dalam dialek semarangan? Penulis buku Halah Pokokmen Kupas Tuntas Bahasa Semarangan, Hartono Samidjan pun memberikan ulasannya.

Hartono menuliskan dalam dialek semarangan, endhas atau lebih sering diucapkan ndhas juga dipakai merujuk pada kepala orang.

"Kata ndhas dipakai dalam ragan ngoko oleh para penutur yang berusia sebaya, sama-sama muda atau sama-sama tua, dan sudah akrab," tulisnya.

Adapun kata sirah dipakai dalam ragam ngoko alus dan krama madya oleh penutur sebaya yang belum akrab serta penutur muda kepada lawan tutur yang lebih tua.

Baca Juga: (SEMARANGAN) Makam Kanjengan Semarang Part 2: Tak Dipindah Karena Punya Histori Sejarah dengan Kanjengan

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X