KAMUS SEMARANGAN Apa Itu Kementhus, Kemlinthi, dan Kemproh? Ini Penjelasannya

- Rabu, 22 Juni 2022 | 21:00 WIB
Lawang Sewu. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Lawang Sewu. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Berikut ini ulasan mengenai kosakata dialek semarangan yang bisa Anda ketahui.

Adapun kosakata dialek semarangan kali ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya.

Yang mana, kosakata dialek semarangan kali ini akan dimulai dari keluyuran hingga kemproh. Apa saja artinya, simak ulasannya di bawah ini.

“Wes tanggal tuo, wayahe rak ndue det.” Sepotong kalimat itu mungkin akan akrab didengar bila hidup di Kota Semarang atau berada di dekat orang-orang Semarang.

Sebab masyarakat kota ini punya satu kekhasan pengucapan sehari-hari yang disebut dengan dialek semarangan.

Baca Juga: Cari Rute Tercepat Simpang Lima ke MAJT? Ini Rute Tercepatnya

Penggalan kalimat tadi juga menunjukan satu kekhasan yang kentara yakni penyingkatan “duit” menjadi “det” saja. Penyingkatan seperti ini ternyata menjadi hal yang kerap terjadi di dialek semarangan.

Hartono Samidjan, dalam bukunya yang membahas bahasa semarangan, Halah Pokokmen, menuliskan, jika bahasa semarangan memang punya ciri khas yang suka menyingkat kata.

Penyingkatan itu dinilai Hartono karena bahasa semarangan lebih kental dalam pengucapan lisan daripada tulis.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X