KAMUS SEMARANGAN Ini Arti Kata Kenang, Kendel, Ketar-ketir di Dialek Semarangan

- Rabu, 22 Juni 2022 | 21:30 WIB
Balaikota Semarang. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (semarangkota.go.id)
Balaikota Semarang. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (semarangkota.go.id)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Berikut ini ulasan mengenai kosakata dialek semarangan yang bisa Anda ketahui.

Adapun kosakata dialek semarangan kali ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya.

Yang mana, kosakata dialek semarangan kali ini akan dimulai dari kenang hingga ketar-ketir. Apa saja artinya, simak ulasannya di bawah ini.

“Wes tanggal tuo, wayahe rak ndue det.” Sepotong kalimat itu mungkin akan akrab didengar bila hidup di Kota Semarang atau berada di dekat orang-orang Semarang.

Baca Juga: KAMUS SEMARANGAN Arti dari Keblondrok, Kecangar dan Kelebon, Cek di Sini

Sebab masyarakat kota ini punya satu kekhasan pengucapan sehari-hari yang disebut dengan dialek semarangan.

Penggalan kalimat tadi juga menunjukan satu kekhasan yang kentara yakni penyingkatan “duit” menjadi “det” saja. Penyingkatan seperti ini ternyata menjadi hal yang kerap terjadi di dialek semarangan.

Hartono Samidjan, dalam bukunya yang membahas bahasa semarangan, Halah Pokokmen, menuliskan, jika bahasa semarangan memang punya ciri khas yang suka menyingkat kata.

Penyingkatan itu dinilai Hartono karena bahasa semarangan lebih kental dalam pengucapan lisan daripada tulis.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X