KAMUS SEMARANGAN Pungkur, Prek, Pongkring dalam Dialek Semarangan Punya Arti Berikut ini

- Selasa, 28 Juni 2022 | 19:45 WIB
Patung Patung Soekarno di Polder Tawang. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Patung Patung Soekarno di Polder Tawang. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

SEMARANGSELATAN, AYOSEMARANG.COM - Berikut ini ulasan mengenai kosakata dialek semarangan yang bisa Anda ketahui.

Adapun kosakata dialek semarangan kali ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya.

Yang mana, kosakata dialek semarangan kali ini akan dimulai dari pongkring hingga pungkur. Apa saja artinya, simak ulasannya di bawah ini.

Dalam dialek semarangan, terdapat kata-kata yang memiliki kekhasan dalam makna.

Hartono Samidjan dalam bukunya " Halah Pokokmen Kupas Tuntas Dialek Semarangan" mengatakan, contoh kata yang memiliki kekhasan dan makna dalam dialek semarangan itu adalah "dhewe dan barang".

Baca Juga: Seru Abis, Ini 7 Objek Wisata Alam di Kota Semarang, Cocok Buat Plesiran Sambil Refreshing

Ia pun mencontohkan kalimat dari kata "dhewe dan barang" yang memiliki banyak makna dalam dialek semarangan.

- Dhewe kudu siap-siap, ketoke banjir taun iki bakal liwih gedhe (Kita harus bersiap-siap, nampaknya banjir tahun ini bakal lebih besar).

- Dikandhani wong tuwa ki sing manut, mbok aja sak karepe dhewe (Dinasehati orang tua itu harus patuh, jangan semaunya sendiri).

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X