KAMUS SEMARANGAN Samar, Sanggong, Sarakke Ini Artinya

- Rabu, 29 Juni 2022 | 20:00 WIB
Lawang Sewu. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Lawang Sewu. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

SEMARANGSELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Berikut ini ulasan mengenai kosakata dialek semarangan yang bisa Anda ketahui.

Adapun kosakata dialek semarangan kali ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya.

Yang mana, kosakata dialek semarangan kali ini akan dimulai dari samar hingga semeh. Apa saja artinya, simak ulasannya di bawah ini.

Bahasa Semarangan adalah produk dari akulturasi budaya para penuturnya, dengan bahasa induk bahsa Jawa.

Proses akulturasi bahasa Semarangan itu timbul bersamaan dengan perkembangan Semarang seabagi kota perniagaan.

Baca Juga: KAMUS SEMARANGAN Ojo Riwil, Opo Anane Wae, Ini Artinya di Dialek Semarangan

Hartono Samidjan, penulis buku Halah Pokokmen mengatakan, ada lima etnik yang memberikan kontribusi besar dalam proses akulturasi bahasa Semarangan tersebut, yakni Jawa, Tionghoa, Arab, Koja, dan Eropa.

"Etnik Eropa dulu tinggal di kawasan Candi dan jalan-jalan protokol, etnik Tionghoa di Pecinan, etnik Arab di Kampung Melayu, etnik Koja di Pekojan, dan sejumlah kampung sepanjang jalan Mataram. Dan etnik Jawa juga membangun kampung-kampung sepanjang Kali Semarangan," ujarnya.

Hartono menambahkan, Etnik Jawa juga membangun kampung-kampung di sepanjang jalan Mataram. Pemukiman-pemukiman baru di wilayah kota kemudian bermunculan.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X