KAMUS SEMARANGAN ini Arti Ujung-ujung Hingga Undha-undhi dalam Dialek Semarang

- Jumat, 1 Juli 2022 | 23:10 WIB
Tugu  Muda Semarang. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (Ayosemarang/Audrian Hehanussa)
Tugu Muda Semarang. Ilustrasi kosakata dialek semarangan (Ayosemarang/Audrian Hehanussa)

 

SEMARANGSELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Berikut ini ulasan mengenai kosakata dialek semarangan yang bisa Anda ketahui kali ini.

Adapun ulasan kosakata dialek semarangan ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya.

Yang mana, kosakata dialek semarangan kali ini dimulai dari ujung-ujung hingga undha-undhi. Apa saja artinya? Simak di sini.

Bahasa bersifat dinamis. Instrumen komunikasi masyarakat ini bisa saja berubah sesuai di mana lokasinya berada dan situasi yang sedang dihadapi, termasuk dalam hal ini adalah bahasa Jawa yang digunakan di Kota Semarang.

Hal itu juga diamini sekaligus juga dikaji oleh Hartono Samidjan, peneliti bahasa Kota Semarang dalam buku Halah Pokokmen.

Baca Juga: Download MP3 Gratis dari YouTube dengan 3 Cara Ini

Bedasarkan penelitiannya, Bahasa Jawa itu memiliki 2 prinsip utama yang dipegang teguh, yakni unggah-ungguhing basa (tingkat tutur) dan paramasastra (cara menyusun kata-kata dalam sebuah kalimat agar menjadi bahasa yang baik dan indah).

Secara umum tingkat tutur dibagi tiga, yakni krama inggil, krama madya, dan ngoko.

Ada 2 aspek penting tadi akan terus bertahan selama bahasa Jawa berada di Surakarta dan Yogyakarta, sebab di 2 kota itu diakui sebagai pusat kebudayaan Jawa karena terdapat lingkungan keraton.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X