KAMUS SEMARANGAN Yangyangan, Yes Ketes-ketes, Ini Artinya dalam Dialek Semarangan

- Minggu, 3 Juli 2022 | 22:30 WIB
Warga melintas di Jembatan Berok Kota Semarang. Ilustrasi kosakata dialek semarangan. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Warga melintas di Jembatan Berok Kota Semarang. Ilustrasi kosakata dialek semarangan. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Berikut ini ulasan mengenai kosakata dialek semarangan yang bisa Anda ketahui.

Adapun kosakata dialek semarangan kali ini adalah lanjutan artikel sebelumnya.

Yang mana kosakata dialek semarangan kali ini milai dari yangyangan hingga yu. Apa saja artinya, simak ulasannya di sini.

Bahasa semarangan memang lebih eksis sebagai bahas lisan. Sedangkan untuk tulisan lebih cenderung berkiblat ke Solo.

Hal tersebut disampaikan Hartono Samidjan, penulis buku "Halah Pokokmen, Kupas Tuntas Bahasa Semarangan".

Baca Juga: KAMUS SEMARANGAN Warak, Wareg, Hingga Wawuh, Ini Artinya di Dialek Semarangan

Menurut Hartono, bahkan dalam acara tradisi atau acara adat, biasanya menggunakan bahasa Jawa standar Solo.

Ragam baku, lanjut Hartono dalam bukunya, mengandung watak konservatif. Di sisi lain, kebanyakan orang tidak selalu mau terbelenggu dalam watak konservatif itu.

"Sebab, kebanyakan orang juga ingin dan bersifat inovatif. Selalu ada orang yang ingin, secara sadar atau tidak, melakukan hal-hal lain yang berbeda dari hal baku," tulisnya.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X