Dituding Pemicu Tewasnya Bocah di Makassar, Ini Tanggapan Kalapas Terbuka Kendal

- Rabu, 6 Juli 2022 | 16:25 WIB
Rusdedy Kapalas Terbuka Kendal.  (Dok istimewa )
Rusdedy Kapalas Terbuka Kendal. (Dok istimewa )

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Disebutnya nama Kalapas Terbuka Kendal yang dituding menjadi pemicu tewasnya seorang bocah yang dianiaya di atas kapal di Makasar ditanggapi Rusdedy dengan tenang. Melalui pesan yang dikirimkan, Rusdedy menceritakan kejadian yang sebenarnya dan mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang keliru.

“Pertama-tama saya atas nama pribadi mengucapkan belasungkawa dan turut berdukacita serta mengutuk perbuatan penganiayaan yang dilakukan petugas keamanan kapal yang menyebabkan terduga pelaku pencurian HP meninggal dunia. Kejadiannya hari Jumat 24 Juni 2022 di atas Kapal Dharma Kencana VII tujuan Makassar,” jelasnya, Rabu 6 juli 2022.

Waktu itu dirinya bersama keluarga sedang perjalanan ke Makassar dan kehilangan telepon genggam di atas Kapal Dharma Kencana VII. HP miliknya saat kejadian sedang di-charge dan tidak ada ditempatnya saat dicari. Rusdedy kemudian menjelaskan, setelah salat Subuh membuat laporan kehilangan di bagian informasi oleh petugas keamanan kapal kemudian ditindak lanjuti dengan membuka rekaman CCTV.

Baca Juga: Pertama di Jateng, Kantor Pertanahan Kendal Sediakan Layanan Drive Thru Urus Sertifikat

“Siang hari setelah Salat Jumat saya diundang ke bagian informasi dan diberitahu bahwa pelaku pencurian telah tertangkap. Di ruang informasi saya bertemu pelaku dan orang tuanya, saya sama sekali tidak menyentuh bahkan bertanya ke pelaku pun tidak, saya hanya bertanya ke orang tuanya, dari mana dan hendak ke mana,” imbuhnya.

Diceritakan pula, berdasarkan rekaman CCTV dan pengakuan pelaku dan orang tuanya, pelaku mengakui telah melakukan pencurian dan HP hasil curiannya telah diserahkan ke orang lain. Rusdedy kemudian menyerahkan masalah itu sepenuhnya kepada keamanan kapal sebagai pihak yang berwenang di atas kapal.

Saat Rusdedy kembali duduk di kursi kemudian melihat kedua orang tua yang diduga pelaku hanya duduk santai di tempatnya. Ia pun menghampiri yang bersangkutan dan mengatakan kenapa hanya duduk di sini.

Baca Juga: Lulusan SMK di Kendal Disebut Tak Lagi Terampil karena Sarpras Praktik Siswa Ketinggalan Zaman

“Saya bilang kasihan anaknya harus didampingi jangan ditinggal sendiri. Tapi orang tuanya malah marah dan berteriak untuk jangan ikut campur, anak itu ditindak saja, dihukum saja,” terangnya seraya menjelaskan bahwa seluruh penumpang yang ada di lokasi pada saat itu mendengarkan ucapan orang tua yang diduga pelaku pencurian.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

21 Tumpeng Ramaikan Tirakatan Desa Pucangrejo Gemuh

Selasa, 16 Agustus 2022 | 23:12 WIB

Capaian Pembayaran PBB di Kendal Baru 21,92 Persen

Senin, 15 Agustus 2022 | 20:05 WIB

Cegah Radikalisme, ini Pesan Dandim dan Bupati Kendal

Senin, 15 Agustus 2022 | 17:50 WIB

IFI Kendal Ajak Masyarakat Sehat

Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:00 WIB
X