Ini Arti Kata Blasak, Blumbang, Brangkal di Bahasa Semarangan

- Rabu, 6 Juli 2022 | 21:00 WIB
Warga melintas di Jembatan Berok Kota Semarang. Ilustrasi kosakata dialek semarangan. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Warga melintas di Jembatan Berok Kota Semarang. Ilustrasi kosakata dialek semarangan. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

SEMARANGTENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Berikut ini ulasan mengenai kosakata bahasa semarangan yang bisa Anda ketahui.

Adapun kosakata bahasa semarangan kali ini merupakan lanjutan artikel sebelumnya.

Yang mana, kosakata bahasa semarangan kali ini akan dimulai dari blandring hingga brompit. Apa saja artikel, simak ulasannya di bawah ini.

Sebagai bagian dari bahasa Jawa, dialek semarangan sesungguhnya juga mengenal unggah-ungguhing basa.

Baca Juga: PMK Merebak Jelang Idul Adha, Ini Saran Dislutkanak Batang bagi Pedagang Hewan Kurban

Namun penerapannya tidak seketat dialek Solo atau Yogyakarta yang menjadi acuan kaidah bahwa Jawa standar.

Hal tersebut disampaikan Hartono Samidjan, peneliti bahasa Kota Semarang dan penulis buku Halah Pokokmen.

Menurutnya, "kesalahan" paling dominan dari bahasa semarangan dalam berbahasa Jawa adalah mbasakke awake dhewe (menggunakan kata krama inggil untuk diri sendiri).

"Contohnya, nyuwun pamit, kulo badhe kondur (Mohon pamit, saya mau pulang)," ujarnya.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X