Peringati 100 Tahun Chairil Anwar, Seniman Kendal Baca Puisi dan Diskusi

- Minggu, 31 Juli 2022 | 11:16 WIB
Penyair asal Semarang, Basa Basuki, membaca Chairil Anwar di GOR SMAN 1 Kaliwungu Kendal Jawa Tengah, Sabtu 30 juli 2022 malam (Istimewa)
Penyair asal Semarang, Basa Basuki, membaca Chairil Anwar di GOR SMAN 1 Kaliwungu Kendal Jawa Tengah, Sabtu 30 juli 2022 malam (Istimewa)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Mengenang 100 tahun sastrawan Chairil Anwar sejumlah seniman dari Kendal dan Semarang mengadakan pentas baca puisi sekaligus berdiskusi.

Acara yang diselenggarakan di GOR SMA Negeri 1 Kaliwungu Sabtu 30 juli 2022 malam, menampilkan bintang tamu penyair asal Semarang, Basa Basuki. Basuki yang membaca 10 puisi ‘gubahan puisi-puisi Chairil Anwar, tampil di panggung sederhana yang berseting makam dan kursi yang digantung.

Dalam pertunjukan baca puisi dalam rangka memperingati 100 tahun Chairil Anwar itu, Basuki, mengawali pembacaan puisi yang berjudul, Masjid, dan mengakhiri pembacaan karyanya dengan puisi yang berjudul, kursi. Adapun di akhir pembacaan Kursi, gubahan dari puisi Nisan karya Chairil Anwar, Basa Basuki, menebas plastik berisi air merah hingga muncrat.

Baca Juga: Lestarikan Budaya, Singo Barong Budoyo Nakulo Mudho Rekrut Anak Muda

Usai pertunjukan yang diselenggarakan oleh Rumah Sastra Kaliwungu, bekerja sama dengan SMAN 1 Kaliwungu, acara dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan Shintya dari Balai Bahasa Jawa Tengah, dan Sawali Tuhusetya, sastrawan asal Kendal.

Menurut Basa Basuki, 10 puisi yang ia baca adalah puisi yang bertema sama dengan puisinya Chairil Anwar, yang situasi dan kondisinya ia sesuaikan dengan masa saat ini. Basuki menegaskan, 10 puisinya berjudul Masjid, Kau, Sabar, Mampus, Kamisan, Presidenku Jauh Di Pulau, Kesepakatan Dengan Habieb Rizieq, Wermudoro, Yang Terampas Dan Yang Tertindas, Kursi, hasil implementasi dari 10 karya Chairil Anwar, berjudul Masjid, Aku, Kesabaran, Sia-sia, Hukum, Cintaku Jauh Di Pulau, Persetujuan Dengan Bung Karno, Diponegoro, Yang Terampas Dan Yang Putus, dan Nisan.

“Setting saya buat kursi di atas kuburan, karena sampai mati pun, kekuasaan tetap ada dan merajalela. Meskipun sudah kami tebas hingga berdarah-darah,” kata Basa Basuki.

Baca Juga: Inilah Ritual Malam Satu Suro Penjamasan Pusaka Tombak Abirawa Milik Pemkab Batang

Shintya, pembicara dari Balai Bahasa Jawa Tengah, mengatakan Chairil Anwar, adalah salah satu penyair hebat, yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Meskipun hanya lulusan pendidikan setingkat SMP, tapi bisa bicara beberapa bahasa asing. Karya-karyanya sangat bagus, karena Chairil senang membaca.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Syiar Islam, Gemira dan GP Ansor Gelar Festival Rebana

Minggu, 27 November 2022 | 21:00 WIB
X