Kendal Masih Kekurangan Tenaga Kebersihan Jalan

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 18:00 WIB
Petugas kebersihan DLH Kendal memungut sampah untuk dibawa ke TPA Darupono.  (Edi Prayitno / kontributor Kendal)
Petugas kebersihan DLH Kendal memungut sampah untuk dibawa ke TPA Darupono. (Edi Prayitno / kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Petugas kebersihan jalan yang ada di Kendal sebanyak 298 orang tersebar di 20 kecamatan. Selain itu ada 7 unit mobil pengangkut sampah yang bisa dioperasikan, padahal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal mempunyai 17 unit.

Sarana-prasarana dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki DLH Kendal dianggap kurang representatif dan masih terlalu minim untuk merubah wajah Kendal menjadi lebih bersih.

Kepala DLH Kendal, Aris Irwanto menuturkan, ketersediaan sarpras dan SDM yang ada tidak bisa diupayakan lebih maksimal untuk menjangkau semua wilayah. Di sisi SDM, jumlah tenaga kebersihan jalan terlalu sedikit, sehingga tidak bisa meng-cover semua wilayah di Kendal atas dan Kendal bawah.

Baca Juga: Tradisi Pesta Laut Tawang Jadi Momentum Bangkitkan Ekonomi di Desa Gempolsewu

Saat ini dinas memaksimalkan jumlah tenaga yang ada sebagai agen kebersihan lingkungan. Setelah itu, lanjut dia, DLH bakal memprogramkan satu unit mobil bak sampah per kecamatan dengan menambah armada.

"Dilihat dari luasan wilayah yang dikelola DLH, SDM dan sarprasnya masih sangat kurang, sehingga perlu kepedulian warga, dan partisipasi aktif terkait kebersihan lingkungan," terangnya, Jumat 12 agustus 2022.

Selain itu, Aris mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan produksi sampah salah satunya bekerja sama dengan pemerintah desa dan pegiat lingkungan untuk memilah sampah. Produksi sampah harus ditekan untuk keberlangsungan daya tampung tempat pembuangan akhir (TPA) yang masih beroperasi.

Baca Juga: Pengusaha Singkong Keju Salatiga Siap Jalin Kerjasama dengan Lapas Terbuka Kendal di Sektor Pertanian

Aris khawatir, jika produksi sampah tidak bisa ditekan, TPA Baru Darupono yang kini menjadi TPA satu-satunya yang masih beroperasi bakal penuh dalam jangka waktu 2-3 tahun mendatang, sehingga perlu dicegah sedini mungkin.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X