Bomber Jiwa, Pejuang Spesialis Perakit Bom Beranggotakan Pelajar SMK Semarang

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:26 WIB
Purnawirawan TNI, Kolonel Nursahit saat ditemui di rumahnya. Nursahit jadi saksi kiprah Bomber Jiwa. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Purnawirawan TNI, Kolonel Nursahit saat ditemui di rumahnya. Nursahit jadi saksi kiprah Bomber Jiwa. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

CANDISARI, AYOSEMARANG.COM -- Para pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Semarang ternyata pernah punya peran untuk mempertahankan Kemerdekaan.

Para pelajar SMK di Kota Semarang mempertahankan Kemerdekaan lewat sebuah kelompok yang bernama Bomber Jiwa.

Bomber Jiwa yang beranggotakan pelajar SMK di Kota Semarang ini punya peran sebagai perakit bom untuk menghancurkan jembatan untuk akses penjajah.

Mengenai perjuangan Bomber Jiwa ini disampaikan oleh salah seorang Purnawirawan TNI, Kolonel Nursahit.

Baca Juga: Sendang Nyi Renggo di Kranggan Dalam Semarang, Bekas Gorong-gorong Pejuang yang Konon Tembus ke Gang Pinggir

"Mereka memang menguasai alat-alat peledak. Jiwa mereka ada di situ, makanya disebut Bomber Jiwa," ucapnya saat ditemui di rumahnya di daerah Jatingaleh.

Kehalian yang mereka miliki itu berawal dari penjajahan di zaman Jepang. Kala itu memang ketika menguasai Indonesia, Jepang sempat mengontrol pendidikan dengan organisasi Jawa Hokokai.

Alhasil, jika ada sekolah yang akan didirkan harus ada perizinan dari Jepang. Dari kontrol itu Jepang menanamkan berbagai doktrin kepada para pelajar.

Doktrin yang diberikan oleh Jepang itu bermuara untuk ambisi untuk menyatukan Asia Timur Raya dalam satau kepemimpinan di bawah Kaisar Jepang.

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X