21 Tumpeng Ramaikan Tirakatan Desa Pucangrejo Gemuh

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 23:12 WIB
Festival Tumpeng dari perwakilan RT di Desa Pucangrejo Gemuh Kendal di malam tirakatan HUT Kemerdekaan RI Selasa 16 Agustus 2022.  (Edi Prayitno/kontributor Kendal)
Festival Tumpeng dari perwakilan RT di Desa Pucangrejo Gemuh Kendal di malam tirakatan HUT Kemerdekaan RI Selasa 16 Agustus 2022. (Edi Prayitno/kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Sebanyak 21 tumpeng meramaikan malam tirakatan HUT Kemerdekaan RI di Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kendal.

Tumpang yang mewakili seluruh RT di desa ini, akan dinilai dan selanjutnya dimakan bersama warga desa. Festival tumpeng kemerdekaan ini juga sebagai bentuk syukur, sudah merdeka dari Covid-19 dan perekonomian warga mulai bangkit.

Aneka macam tumpeng dengan hiasan dan pernak-pernik kemerdekaan disusun berjajar di lapangan Desa Pucangrejo, Selasa malam, 16 Agustus 2022. Warga antusias melihat puluhan tumpeng yang dikirim dari seluruh RT ini, diadu dalam festival tumpeng kemerdekaan tingkat desa. Ada yang menampilkan nasi kuning dan nasi puti, namun ada juga yang berkreasi nasi berwarna merah putih.

Baca Juga: Hadapi Porprov, 120 Atlet dari Kendal Dikarantina di Puslatkab

Lauk yang dihidangkan sebagai pelengkap juga bervariasi, dari yang sederhana hingga yang mewah lengkap dengan minuman merah putih. Festival tumpeng kemerdekaan ini merupakan bentuk syukur warga Pucangrejo dalam memperingati kemerdekaan RI. Selain itu juga menandakan warga sudah merdeka dari Covid-19 dan perekonomian mulai bangkit kembali.

Kepala Desa Pucangrejo Agus Riyanto mengatakan, ada 21 tumpeng yang berasal dari tiap RT di desa ini. Selain dari RT ada juga pengusaha yang menyumbangkan tumpeng.

“Seluruhnya ada 21 tumpeng yang menggambarkan jumlah RT di desa kami. Ini kali pertama diselenggarakan setelah pandemi,” katanya.

Baca Juga: Ngalap Berkah, Warga Kedunggading Kendal Berebut Gunungan di Tengah Sawah

Ditambahkan, tumpeng yang akan dinilai ini juga merupakan wujud kepedulian warga kepada desa untuk bersama-sama membangun rasa kebersamaan dan gotong royong. “Harapannya warga diberi keberkahan dan keselamatan. Ini adalah simbol kemerdekaan warga dari pandemi untuk bangkit lagi. Meski demikian protokol kesehatan tetap dijalankan agar warga selalu sehat,” imbuh Agus Riyanto.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kaliwungu Kendal Diguyur Hujan Es, Warga Panik

Jumat, 23 September 2022 | 20:40 WIB

Nelayan Menilai ada Permainan Harga Ikan di TPI Tawang

Jumat, 23 September 2022 | 15:21 WIB

Puting Beliung Rusak 24 Rumah di Pucuksari Kendal

Kamis, 22 September 2022 | 17:54 WIB

Warga Diimbau Tidak Bakar Jerami dekat Jalan Tol

Kamis, 22 September 2022 | 13:12 WIB

Menunggu Solar, Nelayan di Kendal Rela Tidur di SPBUN

Rabu, 21 September 2022 | 16:05 WIB

Tidak Melaut, Nelayan Bandengan Ini Bikin Boneka Dawangan

Selasa, 20 September 2022 | 16:10 WIB
X