Protes Beri Uang Pengemis Denda Rp1 Juta, Pengacara Ini akan Bagi-bagi Nasi Bungkus

- Selasa, 20 September 2022 | 11:22 WIB
Yosep Parera hendak melakukan aksi protes denda Rp 1 juta apabila memberi uang atau makan ke pengemis di jalanan dengan membagikan nasi bungkus. (Rumah Pancasila)
Yosep Parera hendak melakukan aksi protes denda Rp 1 juta apabila memberi uang atau makan ke pengemis di jalanan dengan membagikan nasi bungkus. (Rumah Pancasila)

SEMARANG BARAT, AYOSEMARANG.COM - Pendiri Klinik Hukum, Rumah Pancasila Semarang, sekaligus pengacara, Yosep Parera memprotes peraturan dari Pemkot Semarang terkait pemberian uang pada pengemis di jalan.

Peraturan yang disoroti juga oleh Yosep Parera itu tertuang dalam Perda Nomor 5 Tahun 2014 dimana apabila ada yang memberi uang atau barang kepada pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) di Semarang akan dikenai denda Rp1 Juta.

Yosep Parera menyebut aturan tersebut tidak berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Baca Juga: Beri Uang ke Pengemis di Semarang Denda Rp1 Juta, Ini Tanggal Berlakunya

Pancasila, kata Yoseph, memerintahkan masyarakat untuk selalu berbagi dengan setiap mahluk Tuhan terutama manusia.

"Maka jika ada yang kelaparan dan kesusahan kita wajib menolong," kata Yosep di Instagram @rumahpancasila.

Bahkan menurut Yoseph, dari pihak Dinas Sosial Semarang yang menyarankan apabila hendak memberi uang pada pengemis sebaiknya disalurkan ke lembaga sosial juga membuatnya sangsi.

"Itu tidak akan sampai ke mereka dan tidak bisa maksimal," katanya.

Baca Juga: Tertangkap CCTV, Iwan Budi Paulus PNS Bapenda Semarang Tewas Dibunuh Terakhir Terlihat di Dekat TKP

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resmi, Pasar Grosir Buah di Semarang Pindah ke Penggaron

Kamis, 29 September 2022 | 11:24 WIB
X