Nelayan Menilai ada Permainan Harga Ikan di TPI Tawang

- Jumat, 23 September 2022 | 15:21 WIB
Nelayan menjual ikan hasil tangkapanya langsung ke pembeli tidak dilelang di TPI Tawang. (edi prayitno/kontributor Kendal)
Nelayan menjual ikan hasil tangkapanya langsung ke pembeli tidak dilelang di TPI Tawang. (edi prayitno/kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Sejumlah nelayan di Kendal menilai ada permainan harga yang dilakukan para tengkulak di sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sehingga hasil tangkapan nelayan tidak sebanding dengan operasional yang dikeluarkan. Seperti di TPI Tawang Rowosari, nelayan menilai ada monopoli harga yang dilakukan tengkulak nakal sehingga merugikan nelayan kecil.

Wagiyo nelayan Gemposewu Rowosari ini terpaksa tidak melaut, ditemui Jumat 23 september 2022 ia sedang memperbaiki jaring dan mesin perahu. Memilih tidak melaut karena pasokan bahan bakar solar masih belum normal, terlebih hanya diberi jatah seminggu 2 kali. “Kalau dipaksa mencari ikan justru semakin rugi, hasil tangkapan ikan dihargai murah dan di pedagang justru sudah dinaikan harganya,” jelasnya.

Nelayan yang berlabuh di dermaga muara Kalikuto TPI Tawang mengaku dalam penetapan harga karena tergantung satu tengkulak, mau naik atau turun harga ikan laut. Dikatakan kondisi pasar ikan TPI Tawang harganya dikuasai satu tengkulak besar. “Saat nelayan kurang semangat melaut harga dinaikan, namun ketika hasil tangkapan bagus harga langsung diturunkan begitu saja,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu pedagang ikan , Sunarti mengatakan saat ini harga ikan terus merangkak naik. “Sejak pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi harga ikan naik,” katanya.

Kenaikan tersebut berdampakl pada omzet penjualan yang turun dikarenakan konsumen enggan belanja ikan. Kenaikan harganya sendiri dikisaran Rp 2.000 sampai Rp 3.000 untuk semua jenis ikan perkilonya.

“Kalau dari nelayan harga ikan masih sama, namun ditingkat pedagang sudah dinaikan harganya. Namun itupun menyesuaikan kemapuan konsumen, berbeda dengan yang belanja tengkulak besar yang bisa memonopoli harga semaunya mereka,” kilahnya.
Dikatakan pula hukum ekonomi terjadi saat barang banyak maka harga turun, namun keberadaan tengkulak yang diharapkan bisa membantu menjualkan hasil tangkapan laut terlalu mempermainkan harga dari nelayan. “Imbasnya nelayan akan terancam tidak bisa lagi melaut ditengah sulitnya solar dan tidak menutup operasional karena harga jual ikan rendah,” pungkasnya/

Editor: Akbar Hari Mukti

Tags

Terkini

Guru PAUD Adalah Pengabdian dan Dituntut Kreatif

Senin, 26 September 2022 | 18:42 WIB

Kaliwungu Kendal Diguyur Hujan Es, Warga Panik

Jumat, 23 September 2022 | 20:40 WIB

Nelayan Menilai ada Permainan Harga Ikan di TPI Tawang

Jumat, 23 September 2022 | 15:21 WIB

Puting Beliung Rusak 24 Rumah di Pucuksari Kendal

Kamis, 22 September 2022 | 17:54 WIB

Warga Diimbau Tidak Bakar Jerami dekat Jalan Tol

Kamis, 22 September 2022 | 13:12 WIB

Menunggu Solar, Nelayan di Kendal Rela Tidur di SPBUN

Rabu, 21 September 2022 | 16:05 WIB
X